Sambangi Korban Terkam Buaya di Batang Tuaka, Wabup Yuliantini Upayakan Rumah Layak Huni dan Keselamatan Warga
foto: Ist
Tembilahan, detikriau.id – Wakil Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Yuliantini, memberikan perhatian serius terhadap konflik manusia dan satwa liar yang kembali memakan korban. Pada Sabtu (25/1/2026), Yuliantini turun langsung meninjau kondisi Salasiah (65), seorang ibu rumah tangga di Parit Jambrah, Sungai Dusun, Kecamatan Batang Tuaka, yang harus kehilangan tangan akibat diterkam buaya saat mencuci pakaian.
Kunjungan ini bukan sekadar seremoni. Yuliantini menegaskan bahwa kedatangannya bertujuan memastikan penanganan kesehatan korban berjalan maksimal serta melihat langsung kelayakan tempat tinggalnya.
“Niat saya melihat langsung kondisi korban, apakah sudah membaik, serta bagaimana kondisi tempat tinggalnya. Saya mendapat laporan rumahnya sangat memprihatinkan, sehingga perlu dicek langsung,” ujar Wakil Bupati Inhil Yuliantini saat dikonfirmasi via WhatsApp, Selasa (3/2/2026).
Sebagai bentuk empati dan solusi nyata, Yuliantini menyatakan komitmen pemerintah untuk mengupayakan pembangunan rumah layak huni bagi Salasiah. Meski terkendala status kepemilikan lahan, ia berjanji akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencari jalan keluar administratif. Sementara untuk biaya pengobatan, ia memastikan seluruhnya telah ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

Selain fokus pada penanganan korban, Yuliantini juga menyoroti ancaman predator yang masih menghantui warga di sekitar Parit Jambrah. Ia telah menginstruksikan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Inhil untuk terus melakukan langkah antisipatif, mengingat upaya penangkapan sebelumnya belum membuahkan hasil.
“Saya minta tindakan antisipatif terus dilakukan agar tidak ada lagi korban. Saya juga menghimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di tepi sungai,” pesannya tegas.
Tragedi yang menimpa Salasiah pada pertengahan Januari lalu menjadi potret kelam rusaknya keseimbangan ekosistem di bantaran sungai Inhil. Para ahli dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menilai, penyempitan habitat dan degradasi mangrove memaksa buaya masuk ke ruang aktivitas manusia.
Langkah responsif Wabup Yuliantini ini diharapkan menjadi pemantik kebijakan yang lebih komprehensif. Bukan sekadar evakuasi pasca-kejadian, namun juga menyentuh akar persoalan melalui pemetaan wilayah rawan dan pemulihan ekosistem demi menjamin keamanan warga Indragiri Hilir di masa depan./one bundo
