mgid.com, 610011, DIRECT, d4c29acad76ce94f
17 Juni 2024

Ferryandi Siap Batal Jadi Anggota DPRD Provinsi untuk Jadi “Pengemis”

0

Inhil, detikriau.id – Majunya saya karena amanah. Sepenuh hati saya korban kepentingan pribadi demi masyarakat.

Kalimat ini disampaikan oleh Sekretaris DPD II Partai Golkar Inhil, Dr Ferryandi dalam sambutannya saat  kunjungan ramah tamah Ketua DPD I Partai Golkar Riau Syamsuar di Kabupaten Indragiri Hilir, senin (3/6/2024)

Menurut Ketua DPRD Inhil yang kini mejadi salah satu caleg terpilih untuk DPRD Riau periode 2024 – 2029 ini, jika hanya kebutuhan keluarga yang menjadi dasar pertimbangan, duduk sebagai anggota DPRD Riau, tentu sudah lebih dari kata cukup.

“Amanah menjadi alasan diatas kepentingan pribadi. Dengannya saya nyatakan siap untuk maju sebagai bakal calon Bupati Kabupaten Indragiri HIiir,” Ujar Ferryandi

“Menang atau kalah kita kembalikan kepada kehendak Allah swt. Pada hakikatnya kita ini hanya  Laa haula wa laa quwwata illa billa. Sekali lagi saya nyatakan siap, ” dipertegasnya

Dengan pengalaman selama tiga periode di DPRD Inhil, Ferry mengaku sangat memahami apa yang menjadi kebutuhan masyarakatnya. Disebut diantaranya, persoalan infrastruktur yang sampai hari ini masih memerlukan perhatian yang serius. Belum lagi perhatian khusus untuk sektor perkebunan kelapa yang menjadi tumpuan penghasilan sebagaian besar masyarakat Inhil.

Dengan kondisi APBD yang jauh dari cukup untuk menggerakkan pembangunan, Ferry menyebut siapapun yang nantinya menjadi Bupati Inhil harus sanggup menjadi “pengemis”.

“jadi Bupati Inhil harus rajin mengemis, tebal muka dan pekak telinga. Karena memang dana kita sangat jauh dari memadai.  Kunci untuk mencukupinya  ya “mengemis”. Akhirinya.

Dipemucak acara Ferryandi lantunkan lagu “Menanti Kejujuran”. Ahmad Albar. Tembang yang dirilis tahun 1995 ini dipopulerkan oleh Nike Ardila.

Tak berani untuk berspekulasi, pemilihan tembang lagu ini apakah memiliki arti tersendiri?

Coba Simak liriknya dan terjemahkan bebas maknanya menurut anda.

 

Lari dan lepaslah

s’gala impian,.

Akan indahnya hari depan..

 

Nikmatnya kedamaian..

Yang ku dambakan,.

Masih tetap impian..

 

Kini kuberpijak..

Dipersimpangan,,

Tanpa arah pasti ku jelang

Tak pernah ku mengerti

Arti kedamaian..

Yang pernah kau janjikan..

 

Menanti keju…ju…ran,,

Harapkan kepastian..

Hanya itu.,yang sanggup aku lakukan

 

Menanti keju…ju…ran.,

Harapkan kepastian,

S’moga damai,

Jadi kenyataan.

Reporter: red

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!