mgid.com, 610011, DIRECT, d4c29acad76ce94f
22 Mei 2024

Identifikasi Harimau Sumatra di Pelangiran, BBKSDA Riau pasang Kamera Trap

0

Petugas BBKSDA Riau saat melakukan pemasangan kamera trap/foto: BBKSDA riau

Pekanbaru, detikriau.id – Tim dari Balai Besar Konservasi  Sumberdaya Alam (BBKSDA) Riau memasang lima unit kamera trap di sekitar area serangan harimau sumatra Desa Tanjung Simpang Kecamatan Pelangiran Kabupaten Indragiri Hilir.

Sebelumnya, pada kamis (9/5/24) Rahmad (26) tewas diterkam raja hutan saat sedang bekerja melakukan penyemprotan gulma di Lahan Hutan Tanaman Industri (HTI) Petak 466 Blok L PT SPA. Saat itu korban bekerja dengan dua rekannya Rahman dan Almi pada area yang terpisah.

Nantinya tim mitigasi harimau ini akan melakukan pengecekan tangkapan kamera untuk mengidentifikasi harimau yang menyerang korban.

“Secara periodik akan kita lakukan pengecekan kamera trap. Diharapkan hasil kamera trap yang tertangkap bisa mengidentifikasi individu harimau yang bersangkutan,” kata Kepala Balai Besar Konservasi Sumberdaya Alam Riau, Genman Suhefti Hasibuan, Rabu (15/5).

Pemasangan lima kamera tersebut dilakukan pada hari Senin (13/5), diletakkan di sekitar lokasi kejadian. Pihaknya menilai luas home range harimau harus disikapi dengan pengaturan ruang dan waktu antara manusia dan harimau.

“Luasnya home range harimau memungkinkan adanya penggunaan ruang  bersama oleh harimau sumatera dengan masyarakat, sehingga perlu adanya pengaturan penggunaan ruang dan waktu antara masyarakat dengan harimau sumatera,” ditambahhkan Genman.

 

Sebagai pengguna konsesi, PT SPA diimbau untuk mengatur jam kerja karyawan termasuk dan saat bekerja tidak sendirian. Upaya lainnya sebagai pencegahan konflik, juga perlu adanya pengayaan mangsa dan  memberikan tindakan tegas bagi oknum-oknum yang melakukan perburuan.

 

“Khusus di areal pengusahaan yang menjadi habitat harimau, kami mengimbau agar dilakukan pengaturan waktu bekerja dan tidak beraktivitas secara sendiri, perlu pengkayaan mangsa dan menindak tegas terhadap siapa saja yang melakukan perburuannya,” imbau Genman.

Konflik antara harimau dan manusia sudah beberapa kali terjadi di Kecamatan Pelangiran Inhil dengan menimbulkan korban jiwa.

Peristiwa teranyar menelan korban Rahmad. Saat kejadian, korban sempat berteriak minta tolong, namun saat dicari oleh dua rekannya tidak ditemukan. Kemudian dua temannya melapor ke perusahaan lalu mendatangi lokasi dan ditemukan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan kondisi tangan putus serta sejumlah luka di tubuhnya./mcr/editor: Guntur

Tinggalkan Balasan