mgid.com, 610011, DIRECT, d4c29acad76ce94f
22 Mei 2024

PON XXI, KONI Riau Incar 25 Medali Emas. Lima Cabor Jadi Andalan

0

Pekanbaru, detikriau.id – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Riau targetkan 25 medali emas ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-XXI yang diagendakan berlangsung pada tanggal 8 hingga 20 September 2024 mendatang.

Untuk meraih target tersebut, KONI Riau mengupayakan dengan melakukan pemusatan latihan dan mengevaluasi persiapan kesehatan atlet dan tim, serta melakukan sejumlah penguatan dan mengukur kekuatan atlet.

Kini KONI Riau secara perlahan terus melakukan persiapan, salah satunya dengan melaksanakan Training Center (TC) berjalan bagi atlet-atlet cabang olahraga  yang lolos seleksi untuk berlaga pada  PON XXI di Aceh – Sumatera Utara (Sumut) 2024.

Wakil Ketua II KONI Riau Drs H Sanusi Anwar mengatakan ada beberapa cabor yang melakukan penguatan latihan seperti cabang olahraga angkat besi, angkat berat, senam, anggar, dan dayung.

“Untuk itu, program penguatan yang sudah dilakukan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh cabang olahraga, sebelum menjalani pemusatan latihan atau TC penuh,” Ujar Sanusi Anwar, rabu (8/5).

Dari cabor yang menjalani penguatan diprediksi Riau bisa mendulang sekitar 11 medali emas. Dengan rincian dari angkat berat, anggar dan senam masing-masing 3 medali emas, angkat besi dan dayung masing-masing satu medali emas.

“Ya, sebelum pelaksanaan pemusatan latihan berjalan, KONI Riau melakukan  pengecekan fisik atlet. Tujuannya adalah untuk memperbaiki dan memetakan cabang olahraga yang berpotensi meraih medali emas. KONI Riau sangat mengandalkan, Senam, Angkat Besi, Angkat Berat, Anggar dan Dayung  yang sudah melaksanakan penguatan latihan,” katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, selain lima cabor ini, KONI Riau juga memiliki ekspektasi yang tinggi buat cabor lainnya, demi mempertahankan posisi 10 besar PON dan terbaik di pulau Sumatera.

Sementara itu, Ketua Tim Satuan Pelaksana (Satlak) KONI Riau dr Nurzelly mengatakan setelah rangkaian  tes fisik atlet, maka akan ditinjau kembali, setelah melakukan pemusatan pelatihan berjalan.

“Tes fisik dilakukan untuk mengevaluasi kekuatan dan persiapan atlet, dan jika ada atlet yang tidak mencapai standar minimal maka bisa melaporkan untuk diperbaiki sesuai keilmuan olahraga,” ujar Nuzelly.

Untuk diketahui  PON Aceh-Sumut dijadwalkan akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Aceh, sedangkan penutupan akan dilakukan oleh Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin di Medan, Sumatera Utara (Sumut).

Sementara itu, renovasi dan pembangunan sejumlah lokasi untuk PON XXI tahun 2024 di Aceh ditargetkan rampung Juli hingga Agustus 2024. Selain di Banda Aceh, pertandingan juga akan digelar di kota dan kabupaten sekitar, tercatat 35 cabang olahraga akan dipertandingkan di Sumut dan 33 cabang lain di Aceh./mcr/editor: red

Tinggalkan Balasan