mgid.com, 610011, DIRECT, d4c29acad76ce94f
22 Mei 2024

Kadinskes Riau, Zainal Arifin saat kunjungan kerja di RSUD Meranti/Foto: Guntur Alam

“Upaya tingkatkan mutu pelayanan kesehatan masyarakat”

Pekanbaru, detikriau.id – Tindaklanjuti upaya pemerintah dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan masyarakat seiring dengan terbitnya UU Kesehatan Nomor 17 tahun 2023 maka diperlukan penataan secara mendasar terutama pada RSUD diseluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Riau.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Provinsi Riau, Zainal Arifin disela kunjungannya di RSUD Kabupaten Kepulauan Meranti di jalan Dorak,  Selatpanjang pada rabu (23/8)

Perubahan mendasar tersebut menurut Zainal dilakukan pada sarana dan prasarana pada RSUD termasuk terhadap pengelolaan sistem informasi dan rekam medik serta item terkait lainnya.

“kunjungan ke RSUD Meranti saat ini kita lakukan pengecekan yang berkaitan dengan persiapan untuk menindaklanjuti aturan UU kesehatan terbaru tersebut,” Ujar Zainal

“Setelah mengetahui apa yang menjadi kebutuhan RSUD, Dinkes Riau bisa membantu bahkan mendorong pemerintah pusat agar dapat membackup hal tersebut.” Tambah Zainal

Kunjungan ke RSUD Meranti saat ini Dinkes Riau menurut Zainal didampingi oleh Badan Pengawas Rumah Sakit (BPRS) yang berperan sebagai jembatan menyelesaikan berbagai permasalahan antara pasien dengan manajemen rumah sakit, agar keluhan-keluahan pasien bisa tertangani dan ditindaklanjuti dengan baik.

Tak hanya itu, Zainal juga menyinggung soal minimnya tenaga medis di RSUD Meranti. Bahkan RSUD Meranti kata Zainal sudah dua kali bersurat ke provinsi terkait kebutuhan tenaga dokter Obgyn dan THT.

“Karena itu kita menghubungkan dengan beberapa Universitas penghasil tenaga spesialis kedokteran seperti UNAND (Universitas Andalas), USU (Universitas Sumatra Utara) sebagai langkah upaya agar kebutuhan tenaga medis di rumah sakit ini segera terpenuhi,”

Dalam kunjungan ke Meranti kali ini, tidak hanya RSUD, Zainal mengatakan pihaknya juga melakukan kunjungan ke beberapa Puskesmas, salah satu hasilnya direkomendasikan kepada RSUD termasuk Dinas Kesehatan Meranti untuk mengadakan peralatan terapi cuci darah (hemodialisa) agar pasien yang membutuhkannya akan dapat terlayanan dan tentunya dengan biaya yang jauh lebih terjangkau.

Sementara itu, mengutip riauterkini.com, Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti, Muhammad Fahri menilai masih banyak yang harus dipenuhi untuk meningkatkan pelayanan di rumah sakit, diantaranya peralatan medis, peningkatan anggaran, termasuk bantuan keuangan (Bankeu) ataupun fasilitasi dari kementerian.

Disamping hal itu Fahri juga menyebut juga diperlukannya sarana penunjang transportasi pelayanan seperti ambulan dan ambulan laut yang dibutuhkan untuk mempermudah akses masyarakat yang berada di luar kabupaten.

“Itu menjadi catatan mereka (Dinkes Riau) dan ini juga menjadi acuan kita agar bisa melengkapi semuanya. Baik dari sumber daya manusia (SDM), Sapras, peralatan, dan obat-obatan,” ujarnya lagi.

Fahri mengaku kebutuhan yang diusulkan hampir seluruhnya menjadi prioritas. Tetapi yang paling prioritas untuk kebutuhan masyarakat saat ini adalah rujukan, sehingga dengan itu tentu membutuhkan ambulan laut dan darat.

“Disitu kita harus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tutur Fahri.

Fahri juga tak menampik jika RSUD sangat membutuhkan alat hemodialisa, dokter spesialis dan peralatan kesehatan yang memadai. Sembari menunggu itu terealisasi, pihaknya juga saat ini terus memperbaiki komunikasi antara rumah sakit dengan masyarakat, sehingga semuanya itu bisa balance dan sinkron.

“Ini semua sebagai upaya memajukan pelayanan kesehatan di Meranti. Namun ini juga tidak semudah meminta sesuatu langsung terwujud. Itu butuh proses dan kajian sehingga kebutuhan itu memang benar-benar urgent di Meranti,” pungkasnya.

Reporter: Guntur Alam

Tinggalkan Balasan