mgid.com, 610011, DIRECT, d4c29acad76ce94f
30 Januari 2023

Khatib Shalat Jumat Masjid Al Huda, UAS Tekankan Pentingnya Membayar Zakat

Ustad Abdul Somad/Fptp: Internet

“…….kelak harta yang ditumpuk dan disimpan itu akan dipanaskan sampai mencair dan mendidih lalu kemudian ditumpahkan ke keningnya, ke ususnya, dan pundaknya. Kemudian kata Allah, rasakanlah ini akibat menumpuk harta. Mereka dianggap sebagai pendusta agama”

Inhil, detikriau.id – Prof Dr Ustad Abdul Somad menyampaikan pentingnya membayar zakat bagi umat Islam. Bagi yang tidak menunaikan, ancaman Allah menurutnya amatlah pedih. Kelak diakhirat, harta itu akan dipanggang diatas api hingga mencair dan disiramkan disejumlah bagian tubuhnya.

Ribuan jamaah meluber hingga keluar masjid saat mengahdiri sholat jumat bersama Ustad Abdul Somad di Masjid Agung Al-Huda, Tembilahan, jumat (20/1/23)/Foto: detikriau.id

Hal ini disampaikannya dalam khutbah sholat jum’at di Majid Al Huda, Jalan Jendral Sudirman, Tembilahan, Kab Inhil, Riau, pada jumat (20/1/22)

Disampaikannya, apabila tiba panggilan untuk menunaikan sholat jumat maka bersegeralah. Tinggalkan semua aktifitas dunia. Namun begitu selesai sholat, manusia tidak disuruh hanya untuk berpangku tangan, tapi diminta untuk kembali bertebaran dimuka bumi mencari karunia dan rezky allah.

Islam tidak hanya mengajarkan kepada pengikutnya hanya sekedar menunaikan perintah sholat, membaca quran, dan berpuasa, namun islam juga memerintahkan untuk mencari rezky allah.

Dengan rezky yang didapat, kemudian diperintahkan untuk melaksanakan amal zariah seperti bersedekah serta membayar zakat.

“Oleh karenanya jika ada yang mengatakan bahwa umat islam tidak boleh terlalu mengejar harta dunia, ini ajaran Belanda. Belanda dulu inginkan agar umat islam itu terus susah, miskin , dan melarat agar tetap mudah untuk ditundukkan.” Ujar Ustad yang akrab disapa UAS ini

Orang muslim, Kata UAS, disamping harus kuat ilmunya juga harus kuat ekonominya, banyak hartanya.

Namun setelah memiliki harta yang banyak, Allah memerintahkan kepadanya untuk mengeluarkan zakat.

“Orang yang tidak melaksanakan sholat diancam dengan siksa neraka saqar namun ancaman bagi yang tidak membayarkan zakat bahkan jauh lebih pedih, kelak harta yang ditumpuk dan disimpan itu akan dipanaskan sampai mencair hingga mendidih dan kemudian ditumpahkan ke keningnya, ke ususnya, dan pundaknya. Lalu kata Allah, rasakanlah ini akibat menumpuk harta. Mereka dianggap sebagai pendusta agama”

“Tidak menunaikan sholat itu urusan manusia dengan Allah, tetapi tidak menunaikan membayar zakat juga berkaitan dengan hubungan sesama manusia”

“Apa itu pendusta agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim dan tidak menganjurkan untuk memberi makan orang miskin.”

“Didalam harta-harta mereka ada hak orang miskin”

Lalu menurut UAS, kapan harta itu harus dikeluarkan zakatnya, berapa besarnya dan siapa yang berhak menerimanya?. Apakah zakat itu boleh dibayarkan kepada saudara, istri, dan anak kandung? Serta apa saja aturan lainnya yang dibenarkan dan tidak dibenarkan dalam kaitan zakat?

Foto: detikriau.id

Maka diharuskan kepada umat islam untuk mencari tau kepada mereka yang memiliki ilmu mengenai hal ini. Dicontohkan UAS seperti kepada petugas amil zakat, baznas.

“Aturan agama tidak bisa ditafsirkan sendiri. Akibatnya bisa sesat dan menyesatkan. Jadi cari tahulah kepada orang yang memang memiliki ilmu akan hal itu.” Disampikannya.

Reporter: red

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: