mgid.com, 610011, DIRECT, d4c29acad76ce94f
30 Januari 2023

Tanda Sederhana Ekonomi Masyarakat Inhil Meningkat, “Angau” Tersenyum. Kok Bisa?

Pengusaha Inhil, Angau (kiri berbaju batik)/Foto: Indragirione

“ Pendapat Ketua DPRD Inhil, Dr H Ferryandi  Tentang Tuntutan Masyarakat Terhadap Pemimpin? “

Inhil, detikriau.id – Ketua DPRD Inhil, Dr H Ferryandi berpendapat bahwa tuntutan masyarakat kepada seorang pemimpin hanya ada dua ketegori. Pertama, bagaimana ia mampu meningkatkan ekonomi masyarakat dan kedua mampu membangun daerah yang dipimpinnya.

Pernyataan ini disampaikannnya saat memberikan sambutan gelaran silaturahmi sekaligus syukuran dirumah dinas kediamannya di jalan Swarna Bumi, Tembilahan, ahad (25/12/22) kemaren.

Meski tidak secara gamblang, dalam kaitan peningkatan ekonomi, Ferry melontarkan ucapan dalam kaitan komoditas perkebunan.  “yang terpenting bagaimana pemimpin mampu meningkatakan nilai jual produksi perkebunan. Petunjuk keberhasilannyapun cukup sederhana, “angau” tersenyum,” Sebut Ferry sembari lontarkan cloe peningkatan ekonomi Inhil tersebut dengan tersenyum

Komoditas perkebunan Inhil, terutama perkebunan kelapa menjadi sumber penghidupan lebih dari 70 persen penduduknya. Pengingkatan harga pada hasil komoditi ini pastinya akan berdampak besar terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat.

Ketua DPRD Inhil, Dr H Ferryandi/Foto: detikriau.id

Dulu, diawal masa krisis ekonomi Indonesia di tahun 1998, justru menjadi masa keemasan masyarakat Inhil. Saat itu, harga komoditi perkebunan melambung tinggi. Petani di Inhil berebut membeli kendaraan roda dua. Bahkan untuk mendapatkannya, masayarakat harus bersedia antri. “angau”pun tersenyum.

Petunjuk (cloe) ini tentu yang dijadikan Ferryandi untuk ukuran sederhana peningkatan ekonomi masyarakat Inhil.

Untuk diketahui, “Angau” adalah nama seorang pengusaha keturunan di Inhil, pemilik salah satu dealer kedaraan roda dua merk ternama produksi jepang.

Untuk pembangunan daerah, juga tidak secara gamblang, Ferry mengaitkan dengan pembangunan infrastruktur. Dikatakannya, membangun infrastruktur Inhil yang lebih rumit merangkainya berada di Inhil bagian utara. Saat ini disebutnya masih terlalu banyak infrastruktur jalan termasuk jembatan penghubung yang sangat memerlukan perhatian.

“Disamping masalah pendidikan dan kesehatan, persoalan infrastruktur ini masih harus menjadi pemikiran siapapun nantinya pemimpin Inhil kedepannya,” sebut Ferry.

Sekedar mengabarkan, wacana pemekaran Kabupaten Indragiri Hilir sudah sejak lama dicita-citakan. Dimana Kabupaten Inhil diwacanakan dipecah menjadi tiga daerah otonomi, yakni Kabupaten Induk (Inhil), kemudian Kabupaten Indragiri Utara (Inhut) yang terdiri dari Mandah, Pelangiran, Telok Belengkong, Pulau Burung dan Kateman serta Indragiri Selatan (Insel) yang terdiri dari Enok, Keritang, Sungai Batang, Reteh, Tanah Merah dan Kemuning./Red

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: