mgid.com, 610011, DIRECT, d4c29acad76ce94f
30 Januari 2023

Hadiri Sunatan Massal di Dusun Panglima Hitam, Ketua DPRD Inhil Disambut Antusias

Ketua DPRD Inhil, H Ferryandi (berbaju putih) foto bersama anak-anak peserta sunatan massal di Dusun Panglima Hitam Desa Sebatu, Kecamatan Batang Tuaka Kabupaten Indragiri Hilir, sabtu (24/12/22)/Foto: Ist

Inhil, detikriau.id – Ketua DPRD Inhil, DR. H. Ferryandi, ST, MT, MM mendapat sambutan hangat dari masyarakat saat hadiri kegiatan sunatan massal di Dusun Panglima Hitam, Desa Sebatu, Kecamatan Batang Tuaka. sabtu (24/12/22)

Ferryandi mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan utuk membantu dan merigankan masyarakat yang memiliki anak laki-laki agar bisa menjalankan sunnah rasul untuk dikhitan.

“Semoga masyarakat bisa terbantu dengan adanya kegiatan khitanan ini, insyaallah kegiatan – kegiatan kemasyarakatan seperti ini akan terus berlanjut ke seluruh pelosok Desa yang ada di Inhil” Sebutnya

Sekaligus, politisi partai Golkar ini mengucapkan terimakasih atas apresiasi dan sambutan hangat dari masyarakat.

“Luar biasa apresiasi dan kehangatan warga saat saya sampai di desa sebatu ini, semoga kegiatan sunatan masal ini menjadi berkah dan bermanfaat serta memperkuat ukhuwah silaturahmi sesama” Akhirinya Ferryandi..

Kepala Desa Sebatu, Budi Wibowo mengatakan bahwa merupakan sebuah kebanggaan Ketua DPRD Inhil bisa hadir secara langsung ditengah-tengah masyarakat di Desanya.

Bahkan menurutnya, Ferryandi juga sempat mengemudikan sendiri perahu kayu kecil bermesin diesel (pompong. red) dalam perjalanan menuju ke lokasi.

Perahu pompong yang dipergunakan Ketua DPRD Inhil, H Ferryandi bersama rombongan untuk menempuh perjalan menuju lokasi sunatan massal/Foto: Ist

“Luar biasa hari ini kita melakukan sunatan massal dan yang membuatnya menjadi lebih luar biasa, dari parit 4 desa sialang kami disopirkan langsung oleh Ketua DPRD Inhil, mantap,” Sebutnya bangga.

“Terimakasih pak Ketua DPRD telah jauh – jauh dari Tembilahan berkenan melaksanakan dan menghadiri undangan masyarakat untuk membuka secara langsung sunatan masal anak-anak di desa kami,”,Demikian katanya.

Untuk sekedar memberitahukan, perjalanan menyusuri anak sungai menggunakan pompong dari parit 4 Desa Sialang Panjang ke Dusun Panglima Hitam, Desa Sebatu menempuh waktu sekira 45 menit perjalanan.

Yang cukup menjadi tantangan, perjalanan tersebut harus ditempuh melalui medan yang cukup sulit karena aliran sungai yang dilalui dibeberapa titiknya ditutupi tanaman eceng gondok sehingga beberapa kali pula laju pompong harus terhenti untuk menyingkirkan tanaman liar yang menutupi alur sungai batang tuaka ini./*/editor : one darius

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: