mgid.com, 610011, DIRECT, d4c29acad76ce94f
3 Desember 2022

Peringati Maulid Nabi Muhammad.SAW, DPD PKDP Inhil Adakan Tradisi “Malamang”

Didampingi Forkopimda, BUpati Inhil lakukan peletakan tiang pertama pembangunan Surau Nurul Iman dan Gedung Serbaguna PKDP INHIL./Foto: Ist/detikriau.id

“Sekaligus peletakan tiang pertama pembangunan Surau Nurul Iman dan Gedung Serbaguna PKDP INHIL yang dilakukan oleh Bupati Inhil HM Wardan”

Inhil, detikriau.id – DPD Persatuan Keluarga Daerah Piaman (PKDP) Kabupaten Indragiri Hilir mengadakan tradisi “MALAMANG” untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad.SAW. Kegiatan yang sekaligus diserangkaikan dengan peletakan tiang pertama pembangunan Surau Nurul Iman dan Gedung Serbaguna PKDP INHIL di Jalan Simpang Beringin Parit 16 Tembilahan oleh Bupati Indragiri Hilir H.Muhammad Wardan, didampingi Forkompinda, Senin (31 Oktober 2022).

Ketua DPD PKDP INHIL, Drs.Syamsir,S.Mi,  mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Pemerintah Daerah Indargiri Hilir yang telah berkesempatan hadir dalam “Alek rang Piaman Inhil Malamang” yang baru pertama kali diadakan di Bumi Sri Gemilang ini.

“Semoga Tradisi Budaya Rang Piaman seperti Tabuik, Malamang dan lain lain bisa dimasukan kedalam event wisata tahunan kabupaten Indragiri Hilir. Seperti halnya dengan event-event budaya suku lainnya yang ada di Inhil. Sebagai ajang silaturrahim perantauan “Rang Piaman” di Inhil.” Harap Syamsir

Terpisah, Ade Putra S.Pd, M.Si selaku Ketua Panitia “Alek Rang Piaman Inhil Malamang” merasa puas atas suksesnya acara malamang tersebut.

“Suksesnya acara tersebut tidak terlepas dari kerja keras dan kekompakan dari seluruh warga PKDP Inhil. Event pertama ini panitia menyelesaikan pembuatan 1.000 lemang untuk dibagikan kepada para undangan beserta warga sekitar.”Ujarnya

Sekedar mengabarkan, Masyarakat Minangkabau, dikenal kaya dengan khasanah budaya yang ditandai dengan banyaknya tradisi atau kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa  jenis tradisi yang terdapat dalam kehidupan masyarakat Minangkabau seperti tradisi mairiak pada waktu panen padi, bararak pada waktu baralek (pesta pernikahan), balimau, malamang, babako, dan lain-lain.

“Malamang” Tradisi warga Minang yang Tak Lekang dimakan Zaman/Foto:Ist/detikriau.id

Salah satu tradisi yang telah berlangsung sejak dahulu di Minangkabau dan sudah jarang ditemui pada  masa sekarang ini yakni tradisi malamang (membuat lamang).  Lamang merupakan makanan dari ketan (puluik) yang dimasak bersama santan dan dikemas dalam wadah bambu,kemudian dimasak dengan perapian atau unggun yang sengaja dibuat untuk itu. Makanan lamang (lemang) merupakan salah satu makanan tradisional khas masyarakat Minangkabau, disamping randang,  katupek (ketupat) dan  lainnya.

Tradisi turun temurun ini dapat ditemukan di seluruh Nagari di Sumatera Barat, antara lain Kabupaten Pesisir Selatan, Kota Padang, Padang Pariaman, serta daerah lainnya.

Merupakan suatu budaya yang telah tumbuh dan berkembang di lingkungan masyarakat Minangkabau, khususnya masyarakat Pariaman.

Budaya malamang pertama kali diperkenalkan oleh Syekh Burhanuddin kepada masyarakat Pariaman saat Beliau menyiarkan agama islam di daerah Ulakan. Hingga saat ini, tradisi malamang masih dijalankan oleh masyarakat Pariaman.

Tradisi malamang biasanya dilakukan pada bulan Maulid, bulan Rabiul Awal, Rabiul Akhir dan Jumadil Awal. Selain itu juga dilakukan pada bulan sya’ban, yang dalam kalender masyarakat Pariaman dikenal sebagai bulan lamang.

Sebagian masyarakat Pariaman yang berada di perantauan biasanya melaksanakan tradisi ini dalam Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW./Wan Darius

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: