mgid.com, 610011, DIRECT, d4c29acad76ce94f
1 Oktober 2022

Pengerjaan Proyek Jalan di Reteh Molor, Pembangunan Jembatan Parit 16 “diujung tanduk”

Inhil, detikriau.id – Setelah pekerjaan proyek jalan ruas 6 Pulau Kijang – Sanglar Kecamatan Reteh senilai hampir Rp10 miliar dipastikan molor, pembangunan jembatan parit 16 di Kecamatan yang sama penyelesaiannya juga mengkhawatirkan.

Proyek jembatan dengan nama tender pembangunan jembatan pada ruas 6 pulau kijang – Sanglar dan ruas 7 Sanglar – Kotabaru Kecamatan Reteh dengan nilai kontrak Rp14 miliar lebih ini hanya menyisakan waktu selama empat bulan kerja. Persoalan lainnya, pemenang lelang konsultan pengawasan proyek  terancam batal.

Kabid Bina Marga Dinas PUPR Inhil, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Endang Syaihu dikomfirmasi, kamis (8/9/22) menerangkan, lelang pekerjaan fisik pembangunan jembatan tersebut dimenangkan oleh CV Arah Sakti dan kontrak pekerjaannya sudah ditandatangani pada tanggal 26 Agustus 2022 yang lalu.

“Empat bulan waktu pengerjaan itu cukup riskan, maka sebelumnya kita pertanyakan kesanggupan pemenang lelang, dan mereka menyanggupi dan sudah dituangkan secara tertulis,” Kata Endang

Sebelum penandatanganan kontrak, Endang mengaku pihaknya juga sudah mendapatkan kepastian kemampuan kontraktor mengadakan material  utama pengerjaan proyek jembatan.

Tiang pancang proyek jembatan sudah di order dan diperkirakan tiba dilokasi proyek pada tanggal 15 sepetember 2022.

“Untuk pengadaan rangka jembatannya juga sudah kita konfirmasikan. Penyedia rangka jembatannya membenarkan bahwa pelaksana kegiatan sudah melakukan pemesanan”

“Dilapangan sekarang memang belum ada progress pekerjaan. Rekanan pelaksana sedang mempersiapkan mobilisasi peralatan , terutama untuk pemasangan tiang pancang  dan pembuatan jembatan darurat.” Tambah Endang

Namun kendala lainnya saat ini menurut Endang berada disisi pengawasan. Jauh hari pihaknya mengaku memang sudah menerima hasil lelang konsultan pengawas.

“tapi saat kita undang untuk persiapan penunjukan penyedia barang dana jasa,  terutama dalam kaitan verifikasi personil,  pemenang lelang tidak hadir. Sudah tiga kali kita surati”

“Di ulp juga tidak ada cadangan, hanya satu calon pemenang, jika hari ini pihak pengawas tidak juga bisa menghadirkan personilnya, maka saya menolak untuk menandatangani kontrak,  hasil lelang tersebut akan kita kembaikan ke ulp”

“Langkah selanjutnya saya akan koordinasi dulu kepada Kepala Dinas PUPR selaku Pengguna Anggaran karena pengerjaan fisik sudah berkontrak, walaupun memang sampai hari ini progressnya masin nol persen.” Akhiri Endang./red

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: