mgid.com, 610011, DIRECT, d4c29acad76ce94f
1 Oktober 2022

Baru Isu Rencana Kenaikan, Harga BBM Subsidi Tingkat Pengecer Melambung 50 Persen

Foto ilustrasi pedagang BBM eceran: Internet

“Rencana kenaikan BBM hari Ini Batal. BBM non subsidi justru turun harga”

“Kepmen ESDM Nomor 37./2022, Pertamina larang SPBU layani pembelian Pertalite menggunakan jeriken atau drum untuk diperjualbelikan kembali di level pengecer”

Inhil, detikriau.id  – Isu kenaikan harga harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Subsidi yang akan diberlakukan pada kamis (1/9/22) resahkan warga. Khususnya Kabupaten Indragiri Hilir di Kecamatan Tembilahan dan Tembilahan Hulu, pedagang pengecer mengambil kesempatan dengan menaikan harga jual hingga 50 persen.

Sebelum beredarnya rencana kenaikan harga, ditingkat pedagang pengecer, harga BBM jenis Pertalite diperjual-belikan dikisaran harga Rp10 ribu/liter. Namun sejak rabu (31/8/22), pedagang pengecer sudah menjual dikisaran harga Rp15ribu.

“Iya, biasa saya beli pertalite Rp10ribu per liternya dipengecer. Tapi sejak semalam, harga melabung menjadi Rp15ribu,” kata Aam, kamis (1/9/22)

antrian kendaraan untuk mengisi BBM disalahsatu SPBU di Kota Tembilahan

Menurut warga Tembilahan Hulu ini, di SPBU, harga pertalite masih belum ada kenaikan, hanya saja harus sabar menunggu di antrian.

“SPBU harga masih normal. Tapi antriannya membludak bang, harus ektra sabar menunggu gilliran.” Tambahnya.

Pantauan detikriau.id, dari ratusan kios pedagang pengecer BBM di Kota Tembilahan dan Tembilahan Hulu sebagian besar memang tampak tidak berjualan.

Salah seorang pedagang yang sempat dimintai konfirmasi di Tembilahan Hulu mengaku tidak lagi mendapatkan pasokan  sejak selasa (30/8/22)

“Tak dapat pasokan bang makanya tidak jualan. Ada sebagian kawan-kawan lain yang bisa dapat pasokan, tapi harganya naik jauh, makanya mereka jualnya paksa juga harus dinaikan,” Sebut pria yang enggan namanya dipublikasikan ini.

BBM Batal Naik Hari Ini

Mengutip bisnis.com, aturan mengenai kenaikan harga BBM bersubsidi yang disebut mulai berlaku per hari ini, Kamis (1/9/2022) akhirnya batal. Pemerintah secara resmi membatalkan kenaikan harga BBM subsidi Pertalite dan Solar. Di sisi lain, harga BBM non subsidi justru mengalami penurunan.

Berikut daftar harga BBM Pertamina per 1 September 2022: – Pertalite Rp7.650 – Biosolar Rp5.150 – Pertamax Turbo Rp15.900 – Dexlite Rp17.100 yang sebelumnya di angka Rp17.800 per liter – Pertamina Dex Rp17.400 dari yang sebelumnya Rp 18.900 per liter, dan Pertamax Rp12.500.

 

Pertamina larang SPBU layani pembelian Pertalite menggunakan jeriken atau drum untuk diperjualbelikan kembali di level pengecer

Dilansir cnbc indonesia, Pemerintah melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 37./2022 tentang Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan, resmi mengubah status BBM RON 90 atau Pertalite menjadi bahan bakar khusus penugasan pengganti Premium.

Oleh karena itulah, PT Pertamina (Persero) melarang pembelian Pertalite menggunakan jeriken di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), hal ini upaya untuk memastikan penyaluran Pertalite tepat sasaran.

Pjs Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting mengatakan bahwa pihaknya terus berkomitmen untuk memastikan penyaluran Pertalite dapat tepat sasaran sesuai dengan alokasi dan regulasi yang berlaku.

“Dengan berubahnya Pertalite dari bahan bakar umum menjadi bahan bakar penugasan JBKP, di mana di dalamnya terdapat unsur subsidi atau kompensasi harga dan alokasi kuota, maka Pertamina melarang SPBU untuk melayani pembelian Pertalite menggunakan jeriken atau drum untuk diperjualbelikan kembali di level pengecer,” ujar Irto kepada CNBC Indonesia, Jumat (8/4/2022).

Adapun aturan pelarangan untuk melayani pembelian JBKP Pertalite dengan jeriken ini telah sesuai juga dengan Surat Edaran Menteri ESDM No. 13/2017 mengenai Ketentuan Penyaluran Bahan Bakar Minyak melalui Penyalur.

Dalam SE tersebut, Irto menjelaskan bahwa badan usaha penyalur dalam hal ini Pertamina hanya dapat menyalurkan bahan bakar kepada pengguna langsung. Terutama untuk sektor transportasi dan kebutuhan bahan bakar rumah tangga, bukan untuk dijual kembali.

“Sudah menjadi bagian tanggung jawab perusahaan untuk menyalurkan JBKP Pertalite dengan tepat sasaran sehingga dapat dinikmati masyarakat yang berhak,” ujarnya./red

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: