mgid.com, 610011, DIRECT, d4c29acad76ce94f
17 Agustus 2022

Masyarakat Adat dan Tempatan Garda Terdepan Selamatkan Mangrove

Ketua BDPN yang juga Anggota Jikalahari, Zainal Arifin Hussein/Foto: Ist

“Sempena Peringatan Hari Mangrove Sedunia”

Tembilahan —Sempena peringatan hari mangrove sedunia, organisasi pencinta lingkungan, Jikalahari, Bangun Desa Payung Negeri (BDPN), Kelompok Study lingkungan dan masyarakat (Keslimasy) taja penanaman mangrove di dua Kabupaten, yakni Kabupaten Indragiri Hilir dan kabupaten Bengkalis.

Di Inhil, dengan  menggandeng Ikatan Keluarga Duanu Riau (IKDR), penanaman mangrove dilakukan pada 26 Juli 2022 di Desa Sungai Bela Kecamatan Kuindra.  Di Bengkalis, rehabilitasi mangrove bersama masyarakat dilakukan pada 28 Juli 2022 di Desa Deluk, Kecamatan Bantan.

Duanu Peduli Mangrove

“Pohon Barau Untuk Bertedoh, Usah Ditebang Bia Nyu Tumboh”

Ketua BDPN yang juga Anggota Jikalahari, Zainal Arifin Hussein, menyebutkan tema “Pohon Barau Untuk Bertedoh, Usah Ditebang Bia Nyu Tumboh” (Pohon Bakau Tempat Berteduh, Jangan Ditebang Biarkan Tumbuh).“Maknanya kita menjadikan masyarakat sebagai garda terdepan untuk menjaga dan merawat pohon bakau yang tersisa serta hasil rehabilitasi yang kita tanam hari ini,” kata Zainal.

Menurut Zainal, kegiatan penanaman di Desa Sungai Bela merupakan aksi lanjutan dan akan terus dijalankan. “Penanaman mangrove Ini merupakan kegiatan yang kedua kalinya setelah sebelumnya kita laksanakan di Desa Tanjung Pasir Sei Bandung Kecamatan Tanah merah dilahan perkebunan kelapa rakyat yang rusak akibat intrusi air laut dengan luasan areal sekira 1.500 hektar,” ditambahkan Zainal.

Jikalahari dan BPDN kata Zainal, berpesan untuk terus bersinergi dengan pemerintah, kampanyekan dampak perubahan iklim dan melestarikan lingkungan.

“Dan terakhir pada kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih kepada Ketua Ikatan Keluarga Duanu Riau dan kepada teman-teman khusus Pemerintah Desa Sungai Bela dalam mengkampanyekan isu penyelamatan lingkungan akibat dampak perubahan iklim.”akhirinya

Sejalan dengan Zainal, Ketua IKDR, Hasanuddin mengatakan, hutan mangrove merupakan aspek penting dalam kehidupan. Mangrove menjadi paru-paru bagi bumi, sekaligus melindungi masyarakat pesisir dari risiko terkena gelombang tinggi, banjir, serta terjadinya abrasi.

“Kegiatan ini sangat penting diselenggarakan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya ekosistem mangrove sebagai benteng kehidupan,” kata Hasanuddin.

Bupati Inhil, HM Wardan yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan apresiasi atas gerakan yang dilaksanakan oleh IKDR yang bekerjasama dengan berbagai instansi serta organisasi pencinta lingkungan yang dengan tekat yang kuat untuk melestarikan lingkungan terutama pada sektor perairan.

Dalam Sambutannya, HM Wardan menitipkan pesan kepada seluruh masyarakat terutama suku Duanu agar dapat membantu pemerintah dalam pengawasan serta pemeliharaan terhadap populasi mangrove dan biota laut lainnya.

“Kita bisa manfaatkan mangrove yang sudah kita tanam ini, dengan perawatan yang bangus serta pengawasan terhadap mangrove yang sudah ada agar tetap lestari, dan kita bisa laksanakan budidaya terhadap biota laut seperti ketam,udang dan lainnya di kawan mangrove tersebut,” Kata Wardan.

Dalam kegiatan tanam mangrove di Inhil, dihadiri Bupati Indragiri Hilir, HM Wardan, Wakil Ketua DPRD Inhil Andi Rusli, Dandim 0314/Inhil Letkol Arh M Nahruddin Roshid, SE MTr (Han), Kapolres Inhil, AKBP Norhayat SIK, masyarakat adat Suku Duanu, organisasi pers, serta sejumlah undangan lainnya./*/red

 

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: