mgid.com, 610011, DIRECT, d4c29acad76ce94f
25 Juni 2022

Sambu Group Lukis Mural “Tembok Kebudayaan dan Pembangunan Keberlanjutan di Kuala Enok –Tanah Merah”

Bupati Inhil HM Wardan menandatangani prasasti MURAL Tembok Kebudayaan dan Pembangunan Keberlanjutan di Kuala Enok –Tanah Merah”

“Peresmian Mural dilakukan langsung oleh Bupati Inhil HM Wardan”

Tembilahan – Bupati Indragiri Hilir, HM Wardan, meresmikan mural tembok di PT Pulau Sambu di Kuala Enok Kecamatan Tanah Merah Kabupaten Inhil pada rabu, 22 Juni 2022. Prasasti mural ditandatangani bersama oleh H M Wardan dan Herrie Agustono selaku Direktur dari PT Pulau Sambu di Kuala Enok disaksikan oleh pejabat kabupaten Indragiri Hilir, Forpimcam Tanah Merah, serta tokoh agama dan masyarakat .

Mural yang dilukis di tembok perusahaan PT Pulau Sambu setinggi 3,5 meter dan panjang 30 meter ini diresmikan di hari yang sama  dengan pembukaan MTQ Indragiri Hilir tahun 2022.

Pengerjaan mural sendiri dilakukan oleh seniman mural internasional dari Jakarta. Pembuatan lukisan mural dilakukan selama lebih dari 3 minggu, diluar konsep dan pembuatan draft design.

Mural ini diberi nama “Tembok Kebudayaan dan Pembangunan Keberlanjutan di Kuala Enok –Tanah Merah”.

Lukisan mural yang ada menggambarkan beraneka ragam budaya di Kuala Enok – Tanah Merah. Baik kesenian, beragam etnis dan suku yang ada, rumah adat, kegiatan kebudayaan masyarakat, interaksi sosial, hingga bagaimana warga berkehidupan di Kuala Enok-Tanah Merah. Mulai dari petani kelapa, nelayan, aparatur sipil negara, hingga pedagan, dan kedai kopi pun muncul dalam lukisan. Ini semua menggambarkan kerukunan dalam keberagaman yang ada di Kuala Enok-Tanah Merah.

“Adanya lukisan mural ini semoga menjadi pengingat kita semua bahwa keberagaman yang hadir bukanlah suatu penghalang, justru menjelma menjadi kekuatan yang padu. Nilai persatuan, kerukunan, interaksi sosial yang apik beragam warga tertuang di tulisan tembok tersebut. Hadirnya mural ini diharapkan bisa menjadi ikon baru di Kuala Enok – Tanah Merah sebagai simbol dalam nilai keberagaman yang perlu dilestarikan bersama,” tutur Herrie Agustono.

Keberagaman dan perbedaan adalah hal yang menjadi nilai positif dalam masyarakat Kuala Enok – Tanah Merah. Lukisan mural ini mengandung makna Bhineka Tunggal Ika./adv/red

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: