mgid.com, 610011, DIRECT, d4c29acad76ce94f
29 November 2022

WHO: Cacar Monyet Menyebar karena Seks, Gay & Biseks Waspada

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberi peringatan pada penyakit cacar monyet (monkeypox). Lonjakan kasus ternyata terjadi di kelompok pria penyuka sesama jenis yang melakukan hubungan seks di antara mereka.

Hal itu dikatakan pejabat WHO dalam Q&A di saluran media sosial lembaga PBB itu, dikutip CNBC International, Selasa (24/5/2022). Meskipun virus itu sendiri bukan infeksi menular seksual yang umumnya menyebar melalui air mani dan cairan vagina, lonjakan kasus tampaknya telah menyebar di antara pria yang berhubungan seks dengan pria lain.

“Banyak penyakit dapat menyebar melalui kontak seksual. Anda bisa terkena batuk atau pilek melalui kontak seksual, tetapi itu tidak berarti bahwa itu adalah penyakit menular seksual,” kata penasihat WHO tentang HIV, hepatitis, dan infeksi menular seksual lainnya, Andy Seale.

Hal senada juga dikatakan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC). Senin waktu setempat, peringatan diberikan ke pria gay dan biseksual bahwa cacar monyet tampaknya menyebar di komunitas itu secara global.

Baca juga: Heboh Penyakit Cacar Monyet, Begini Penjelasan Kemenkes

CDC memperingatkan orang-orang untuk mengambil tindakan pencegahan jika mereka telah melakukan kontak dekat dengan seseorang yang mungkin memiliki virus. Mereka diminta waspada akan gejala yang timbul.

Pejabat CDC, Dr John Brooks, menekankan bahwa siapa pun dapat tertular cacar monyet melalui “kontak pribadi yang dekat” terlepas dari orientasi seksualnya. Namun, Brooks berujar memang banyak orang yang terkena dampak secara global sejauh ini adalah pria yang mengidentifikasi diri sebagai gay atau biseksual.

“Meskipun mereka mungkin memiliki peluang lebih besar terkena cacar monyet saat ini, itu tidak berarti risikonya terbatas hanya pada komunitas gay dan biseksual,” jelasnya.

“Kami ingin membantu orang membuat keputusan terbaik untuk melindungi kesehatan mereka dan kesehatan komunitas mereka dari cacar monyet,” kata Brooks.

Cacar monyet biasanya dimulai dengan gejala yang mirip dengan flu termasuk demam, sakit kepala, nyeri otot, kedinginan, kelelahan, dan pembengkakan kelenjar getah bening. Kemudian berkembang menjadi ruam tubuh pada wajah, tangan, kaki, mata, mulut atau alat kelamin yang berubah menjadi benjolan yang kemudian menjadi lecet.

Sudah 200 Kasus

Setidaknya ada 200 kasus yang dikonfirmasi. Wabah pun sudah menyebar di 12 negara.

“Kami telah melihat beberapa kasus di Eropa selama lima tahun terakhir, (sebelumnya) hanya pada pelancong,” kata Dr. Rosamund Lewis, yang menjalankan penelitian cacar WHO.

“Tetapi ini adalah pertama kalinya kami melihat kasus di banyak negara pada saat yang sama, pada orang yang belum bepergian ke daerah endemik di Afrika,” tambahnya.

Vaksin yang digunakan untuk mencegah cacar disebut tampaknya sekitar 85% efektif dalam mencegah cacar monyet dalam penelitian observasional di Afrika. Tetapi vaksinnya tidak tersedia secara luas.

Sementara itu kemarin, Belgia menjadi negara pertama yang mewajibkan karantina bagi penderita. Masa berlaku aturan ini hingga tiga pekan.

sumber: cnbc indonesia

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: