mgid.com, 610011, DIRECT, d4c29acad76ce94f
25 Juni 2022

Ekspor CPO Bakal dibuka Lagi? Ini Bocoran Mendag

Jakarta – Pemerintah memberlakukan pelarangan ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/ CPO) dan beberapa turunannya mulai 28 April 2022. Larangan tersebut ditujukan untuk menjamin ketersediaan minyak goreng di dalam negeri.

Larangan yang diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No 22/2022 tentang Larangan Sementara Ekspor Crude Palm Oil, Refined, Bleached and Deodorized Palm Oil, Refined, Bleached and Deodorized Palm Olein, dan Used Cooking Oil itu berlaku hingga minyak goreng curah di dalam negeri turun harga jadi Rp14.000 per liter atau setara Rp15.500 per kg.

Tidak ada sanksi yang mengancam dalam Permendag tersebut, namun pada pasal 5 disebutkan, pelarangan bisa dievaluasi sewaktu-waktu diperlukan melalui rapat koordinasi tingkat Kemenko Perekonomian.

Sejak larangan diberlakukan, petani sawit menjerit akibat anjloknya harga tandan buah segar (TBS) sawit. Menurut petani sawit, perusahaan atau pabrik kelapa sawit (PKS) tak lagi membeli hasil panen mereka. Pun, harga tak lagi mematuhi ketentuan diatur Permentan No 1/2018.

Karena itu, petani sawit menyurati Presiden Joko Widodo (Jokowi), meminta kebijakan larangan ekspor dievaluasi bahkan dicabut. Petani sawit pun menggelar aksi protes larangan ekspor CPO dan turunannya pada Selasa siang (17/5/2022).

Bagaimana respons pemerintah?

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi pun buka suara terkait opsi pembukaan ekspor.

Ia menyebut saat ini pihaknya tengah fokus dalam pendistribusian minyak goreng khususnya jenis curah dengan harga murah.

“Yang kita tekankan ketersediaan dan keterjangkauan. Begitu stabil mudah-mudahan stabil pada kesempatan pertama, nanti kita bicara relaksasi ekspor tersebut,” kata Lutfi ketika meninjau pasar tradisional di Jakarta Selasa (17/5/22) dalam rekaman suara dari Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Kemendag sendiri tengah menjalankan program Migor Rakyat, yakni penyaluran minyak goreng curah dengan harga Rp 14 ribu/liter. Sasarannya menjangkau masyarakat berpenghasilan rendah yang tersebar di dekat pasar tradisional. Setelah itu, Lutfi mau membicarakan ekspor CPO.

“Kita mau cepat dulu. Ini 1.200 titik mudah-mudahan minggu depan 5.000 dan 10.000 titik pada kesempatan pertama, dari situ kita bicarakan semuanya (evaluasi pembukaan ekspor CPO),” sebutnya.

Petani kelapa sawit menyebutkan, pemerintah pada hari ini (Selasa, 17/5/2022) bakal mengadakan rapat evaluasi penghentian ekspor minyak sawit dan harga minyak goreng. Bukan tidak mungkin salah satu pembahasannya ialah untuk relaksasi ekspor hingga penghentian pelarangan ekspor.

“Iya (ada kemungkinan ekspor bakal dibuka). Kami juga sudah mengirimkan surat kepada Presiden hari ini,” kata Sekretaris Jendral Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS), Mansuetus Darto kepada CNBC Indonesia, Selasa (17/5/22).

sumber: CNBC Indonesia

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: