mgid.com, 610011, DIRECT, d4c29acad76ce94f
25 Mei 2022

Heboh Hepatitis Akut pada Anak, Apa Itu ?

Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto

“Prof Hanifah menyebutkan secara umum gejala awal penyakit hepatitis akut adalah mual, muntah, sakit perut, diare, kadang disertai demam ringan. Selanjutnya, gejala akan semakin berat, seperti air kencing berwarna pekat seperti teh dan BAB berwarna putih pucat”

detikriau.id – Setelah Covid-19 mulai reda di berbagai negara, WHO mengumumkan agar seluruh tenaga kesehatan dan orang tua waspada dengan munculnya virus yang menjadi menjadi misteri hingga saat ini, yang disebut sebagai Hepatitis Akut Misterius pada anak.

Pasalnya, setelah pertama kali mendapatkan laporan dari Inggris, belasan negara melaporkan kejadian yang sama terkait dengan dugaan hepatitis akut yang menyebabkan kematian pada anak-anak.

Di Indonesia sendiri saat ini sudah ditemukan 4 kasus serupa yang diduga adalah penyakit yang sama dengan yang ditemukan di Inggris, Amerika Serikat, Belanda, dan beberapa negara lainnya, yaitu hepatitis akut tersebut.

Layaknya hepatitis pada umumnya, salah satu gejala yang paling umum adalah perubahan warna kulit hingga bagian putih mata, menjadi warna kuning.

Dalam program Health Corner di Radio Sonora FM, Dokter Santi dari Medical Centre Kompas Gramedia memaparkan penjelasan terkait dengan hepatitis dan perbedaan dengan hepatitis akut yang kini menjadi perhatian dunia.

Hepatitis

“Hepatitis itu sebetulnya adalah radang atau inflamasi yang menyerang sel-sel di hati. Radang ini biasanya disebabkan oleh infeksi. Infeksi yang paling sering yang biasanya menyebabkan hepatitis adalah infeksi virus. Virus yang paling sering menyebabkan hepatitis adalah virus hepatitis A, B, C, D, dan E,” paparnya.

Disebut paling sering menyebabkan hepatitis, karena sebenarnya masih ada beberapa virus lain yang turut bisa menyebabkan penyakit hepatitis tersebut.

Dokter Santi juga memaparkan bahwa kondisi ini juga bisa disebabkan dengan adanya infeksi oleh bakteri dan parasit, keracunan zat kimia misalnya obat-obatan, hingga suplemen herbal pun bisa menyebabkan hepatitis.

“Kemudian trauma permukaan juga bisa menyebabkan hepatitis, tapi pada umumnya disebakan oleh infeksi virus hepatitis,” tegas dr. Santi.

Hepatitis akut

Pada penemuan yang membuat kematian puluhan anak-anak di beberapa negara, virus hepatitis A, B, C, D, dan E tidak ditemukan dalam tubuh anak tersebut.

Padahal sudah disampaikan sebelumnya bahwa selama ini virus-virus itulah yang biasanya menyebabkan hepatitis, maka saat ini hepatitis tersebut disebut sebagai hepatitis akut misterius.

“Malah yang ditemukan virus jenis lain, yaitu Adenovirus dan beberapa juga ditemukan virus penyebab Covid-19, itu yang membuat beritanya menyebar, bikin orang tua panik. Enggak perlu panik tapi waspada,” sambung dr. Santi.

Jadi, yang berbeda antara hepatitis yang biasa ditemukan dengan hepatitis akut ini adalah virus penyebab sang penyakit tersebut.

Hingga saat ini berbagai pihak masih terus mencari tahu detail penyebab atau virus yang menyebabkan hepatitis akut ini terjadi dan mayoritas terjadi pada anak usia 16 tahun ke bawah.

Bagaimana Cara Mencegah Hepatitis Akut

dilansir detikcom, Prof Dr dr Hanifah Oswari, Sp. A, dokter spesialis anak konsultan gastro hepatologi RSCM Fakultas Kedokteran (FKUI), membeberkan sejumlah cara mencegah hepatitis akut, yaitu:

Menjaga kebersihan
Mencuci tangan dengan sabun
Memastikan makanan atau minuman yang dikonsumsi matang
Tidak menggunakan alat makan bersama dengan orang lain
Hindari kontak anak-anak dari orang yang sakit

“Untuk mencegah dari saluran pencernaan, jagalah kebersihan dengan cara mencuci tangan dengan sabun, memastikan makanan atau minuman yang dikonsumsi itu matang, tidak menggunakan alat-alat makan bersama dengan orang lain serta menghindari kontak anak-anak kita dari orang yang sakit agar anak-anak kita tetap sehat,” jelas Peneliti di RSCM dan FKUI ini dalam keterangan pers pada Kamis (5/5).

Jangan lupa untuk menerapkan protokol kesehatan COVID-19, seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mengurangi mobilitas sebagai cara mencegah hepatitis akut.

Begitu juga upaya lain masyarakat untuk mencegah penularan hepatitis akut adalah pemahaman orang tua terhadap gejala awal dari penyakit tersebut.

Prof Hanifah menyebutkan secara umum gejala awal penyakit hepatitis akut adalah mual, muntah, sakit perut, diare, kadang disertai demam ringan. Selanjutnya, gejala akan semakin berat, seperti air kencing berwarna pekat seperti teh dan BAB berwarna putih pucat.

Jika anak mengalami gejala-gejala tersebut, orang tua diminta segera memeriksakan anak ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan diagnosis awal.

sumber: sonora /dtc

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: