mgid.com, 610011, DIRECT, d4c29acad76ce94f
1 Oktober 2022

Saham Meta Nyungsep, Facebook Memasuki Fase Kritis!

Detikriau.id – Meta Platform yang merupakan induk dari Facebook Meta telah kehilangan kapitalisasi pasar lebih dari US$237 miliar atau setara dengan Rp3.409 triliun (kurs Rp14.350/US$) pada perdagangan hari Kamis di bursa Nasdaq.

Angka tersebut menandai penurunan terbesar untuk satu hari perdagangan pada valuasi perusahaan dalam sejarah pasar saham Amerika Serikat.

Saham induk Facebook Meta ditutup ambles lebih dari 26% pada hari Kamis setelah perusahaan memperkirakan pertumbuhan pendapatan yang lebih lemah dari perkiraan pada kuartal berikutnya.

Meta juga mengatakan mendapat pukulan besar dari perubahan privasi Apple, dan menunjukkan penurunan kuartalan pertama dalam jumlah pengguna aktif harian.

Lenyapnya valuasi perusahaan induk Instagram dan WhatsApp melampaui rekor sebelumnya yang dicatatkan oleh Apple, ketika kapitalisasi pasarnya berkurang US$182 miliar (Rp 2.611 triliun) pada September 2020.

Penurunan valuasi yang dialam Meta terjadi saat perusahaan mencari peluang baru melampaui batas bisnisnya saat ini, seperti Facebook, Instagram dan WhatsApp, dan terjun menuju metaverse, dunia virtual berdasarkan teknologi baru.

Chief Executive Officer (CEO) Meta, Mark Zuckerberg mengumumkan pada hari Rabu bahwa divisi bisnis perusahaan yang bertanggung jawab atas investasi di metaverse, Reality Labs, mengalami kerugian bersih sebesar US$10 miliar (Rp143,50 triliun) pada tahun 2021.

Nilai kapitalisasi pasar saham Meta yang ambles dipicu oleh beberapa faktor.

Mulai dari kinerja keuangan yang tak sesuai ekspektasi pada kuartal IV-2021. Penurunan performa bisnis Meta diakibatkan oleh kompetisi yang semakin ketat.

Melansir Reuters, Meta melaporkan adanya penurunan aktivitas harian penggunanya pada kuartal terakhir tahun lalu.

Perubahan aturan privasi apple juga diduga turut berengaruh. Tahun lalu, Apple memperkenalkan aturan privasi terbaru App Tracking Transparency (ATT). Ini membuat pengguna iPhone punya pilihan untuk memberikan kemampuan pemantauan aktivitas online pada aplikasi seperti Facebook.

Ini membuat rugi aplikasi seperti Facebook pada iklan bertarget perusahaan. Prusahaan juga mengkritik kebijakan itu. Bahkan Meta memprediksi kebijakan itu akan merugikan perusahaan hingga US$10 miliar (Rp 143,8 triliun.

Belum lagi, pngsa iklan online diambil Google sebagai dampak perubahan aturan Apple.

Penurunan kapitalisasi pasar Meta menyebabkan kekayaan Mark Zuckerberg dalam Bloomberg Billionaire Index turun drastis hingga US$30 miliar atau setara dengan Rp431 triliun.[cnbc indonesia]

 

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: