mgid.com, 610011, DIRECT, d4c29acad76ce94f
30 Januari 2023

Kandidat Ketua Umum PBNU saling klaim dukungan

“Yenni Wahid: Dua kandidat terkuat Ketua Umum PBNU punya kedekatan dengan Gus Dur”

Bandarlampung – Dua kubu kandidat Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj dan KH Yahya Cholil Staquf, saling klaim mendapatkan dukungan terbanyak dari pengurus wilayah dan pengurus cabang NU pemilik suara dalam Muktamar NU di Lampung.

Pendukung Kiai Said Aqil, Sudarto, dalam keterangan tertulisnya di Bandarlampung, Rabu, mengklaim dari 510 pemilik suara yang sudah terdaftar, sebanyak 327 pemilik suara mendukung Kiai Said Aqil.

Menurut Sudarto, pada pukul 00.00 Selasa (21/12) malam, saat pendaftaran baru mencapai 510 pemilik suara, pada saat yang sama para koordinator Kiai Said Aqil masing-masing mengadakan pertemuan dengan para Ketua PCNU yang berada di bawah kendalinya.

“Totalnya 327 pemilik suara dari PCNU. Daftar hadirnya komplit,” ujar Sudarto yang juga Bendahara Umum IKA PMII.

Selain itu, lanjut Sudarto, sebanyak 24 PWNU silaturahim bersama Kiai Said Aqil di Kompleks Perumahan Gunung Terang, Lampung.

Sementara itu sebanyak 447 PWNU dan PCNU menghadiri silaturahmi dengan calon ketua umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) di Graha Wangsa, Bandarlampung, Selasa (21/12) malam.

Dalam acara itu pengurus PWNU dan PCNU yang diklaim sebagai pemilik suara itu sekaligus membacakan ikrar dukungan kepada Gus Yahya.

Sebelumnya Ketua PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengklaim dukungan untuk Gus Yahya mencapai 469 pemilik suara Muktamar Ke-34 NU.

Pemilihan Ketua Umum PBNU dijadwalkan pada hari kedua Muktamar NU, Kamis (23/12).

 

Yenni Wahid: Dua kandidat terkuat Ketua Umum PBNU punya kedekatan dengan Gus Dur

Zannuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid, mengatakan bahwa dua kandidat terkuat Ketua Umum PBNU yakni KH Aqil Said Siroj dan KH Yahya Cholil Staquf, memiliki kedekatan dengan Gus Dur.

“Saya bersyukur dua kandidat terkuat sama-sama punya kedekatan dengan Gus Dur secara pemikiran,” kata Yenni Wahid, di Lampung Tengah, Rabu.

Ia mengatakan bahwa keduanya memang murid Gus Dur dan memiliki kemampuan dalam mengartikulasikan dan menerjemahkan gagasan Gus Dur dalam konteks peradaban modern saat ini.

“Jadi bagi saya dan keluarga, ini adalah sebuah hal yang membanggakan dan semoga bisa membawa kebaikan bagi umat Islam di Indonesaia dan dunia,” katanya.

Terkait adanya calon alternatif yang muncul pada muktamar ini, ia mengungkapkan telah mendengarnya, namun semuanya akan diserahkan kepada muktamirin seperti apa pilihannya.

“Tapi saya rasa rekam jejak para calon ketum PBNU sudah dikenal oleh para peserta muktamar. Insyaalah kalau semua diniatkan untuk NU dan mengabdi untuk kepentingan umat maka semua akan berjalan dengan baiik,” kata dia.

Ia pun menyampaikan rasa syukurnya karena muktamar telah berjalan dengan baik meski terdapat keterbatasan dikarenakan masih dalam suasana pandemi COVID-19.

“Namun kita lihat di sini ada ghirah atau  semnagat dari muktamirin yang menyempatkan hadir di muktamar di Lampung. Tentunya saya juga mohin doa kepada masyarakat indosnesia agarbmuktanar ini berjalan dengan baik,” kata dia.

sumber: Antara

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: