mgid.com, 610011, DIRECT, d4c29acad76ce94f
13 Agustus 2022

Di Tempuling, Hanya Persoalan Pohon Pinang, Nyawa Melayang

Foto Ilustrasi Tanaman Pinang: Internet

Tembilahan, detikriau.id – JL (41) tewas dengan sejumlah luka bacokan senjata tajam. Pelaku, AR (32) yang masih memiliki hubungan keluarga ini sebelumnya bersitegang dengan korban hanya persoalan tanaman pinang.

Peristiwa ini terjadi di Parit 3 B, Kelurahan Tempuling, Kecamatan Tempuling, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), pada Jumat (12/11) sekira pukul 09.00 Wib.

“Pelaku dan korban memiliki hubungan keluarga, istri pelaku dan istri korban adalah saudara kandung. Dan kebun pinang yang menjadi sumber masalah merupakan milik orang tua dari istri korban dan istri pelaku yang mana pelaku dan korban sebagai pengelolanya,” Kata Kapolres Inhil, AKBP Dian Setyawan melalui Paur Humas Ipda Esra

Diterangkan Ersa, berdasarkan keterangan saksi, kronologis kejadian berawal sehari sebelum terjadinya pertikaian berdarah. Saat itu,  korban memotong pohon pinang milik pelaku dikarenakan merasa kesal pohon pinang milik korban hanya menghasilkan buah pinang yang sedikit.

“Korban menyangka pelaku lah yang telah memanen buah pinang miliknya. Di hari kejadian korban mendatangi rumah pelaku dan berkata akan memotong semua pohon pinang milik pelaku,” terang Ersa

Korban lalu menuju kebun pinang pelaku dengan membawa sebilah parang panjang yang ada di belakang rumah pelaku. Pelaku sendiri mengikuti korban dari belakang juga memegang parang panjang.

“Belum sampai di kebun pinang tersebut, pelaku langsung membacok korban dari belakang, korban sontak membalikkan badan dan mencoba melakukan perlawanan, juga membacok pelaku hingga mengenai pergelangan tangan kiri pelaku,” paparnya.

Mendapat perlawanan, pelaku pun secara brutal membacok kearah korban hingga korban terjatuh, saat itu dilihatnya korban masih sadarkan diri namun karena sudah merasa puas, pelaku lalu meninggalkan korban.

Pelaku dalam keadaan luka di bagian pergelangan tangan sebelah kiri dan badan berlumuran darah kemudian mendatangi Polsek Tempuling dan menyerahkan diri serta mengaku telah melakukan tindak penganiayaan.

Anggota kepolisian Polsek Tempuling yang ada pada saat itu membawa pria itu ke Puskesmas Sungai Salak dan kemudian mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Dalam perjalanan, anggota bertemu dengan mobil pickup yang membawa korban, JL (41) untuk di bawa ke Puskesmas Sungai Salak. Dari keterangan istri korban, saat itu korban masih dalam keadaan sadar,” lanjut Esra.

Setibanya di Puskesmas Sungai Salak, korban meninggal dunia. Dari pemeriksaan dokter terdapat luka robek pada bagian samping mata sebelah kiri, belakang telinga sebelah kanan, kepala sebelah kiri, dada sebelah kiri, tangan sebelah kanan yang disebabkan oleh benda tajam sehingga korban kehabisan darah.

“Korban telah diserahkan ke pihak keluarga untuk di kebumikan. Sementara pelaku di rujuk ke Rumah Sakit Puri Husada Tembilahan, untuk mendapatkan perawatan intensif dan setelah pelaku pulih akan dilakukan proses hukum,” sebut Ipda Esra.

Dari TKP Polisi mengamankan 2 bilah parang berukuran kurang lebih 80 centimeter.

“Pelaku disanksi pasal 354 Ayat 2 KUHPidana, dan terancam pidana maksimal delapan tahun penjara,” pungkas Ersa./wan

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: