mgid.com, 610011, DIRECT, d4c29acad76ce94f
18 September 2021

Belanja Daerah TA 2022 Kab Inhil Ditarget Rp1,9 Trilyun. Pencegahan Pandemi Covid Masih Masuk Prioritas

“Pendapatan daerah diproyeksi sebesar Rp1,576 trilyun”

“Jumlah pembiayaan netto sebesar rp. 320,991 milyar digunakan untuk menutupi defisit belanja tahun anggaran 2022”

Tembilahan, detikriau.id – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir tetapkan kebijakan bahwa belanja daerah tahun anggaran 2022 akan diprioritaskan pada kegiatan-kegiatan di bidang pendidikan, kesehatan, pariwisata dan budaya, penciptaan lapangan kerja, peningkatan infrastruktur guna mendukung ekonomi kerakyatan dan pertumbuhan ekonomi, menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik, penanggulangan kemiskinan serta penanganan dan pencegahan pandemi covid-19.

Hal ini disampaikan Bupati Inhil HM Wardan melalui pidatonya dalam rapat paripurna ke-9 masa sidang ke II tentang pengantar penyerahan rancangan KUA dan rancangan PPAS APBD Kab Inhil tahun anggaran 2022 diruang paripurna gedung DPRD Inhil jalan HR Subrantas Tembilahan, kamis (19/8)

Diterangkan Bupati, komponen pendapatan daerah sebagian besar masih bersumber dari pendapatan dana transfer  dengan proyeksi mencapai sebesar 83,87 persen dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar 4,55 persen. Sementara untuk pendapatan asli daerah (pad) sebesar 11.58 persen dari target pendapatan daerah kabupaten indragiri hilir  tahun anggaran 2022.

Bupati juga menyampikan bahwa pendapatan daerah pada tahun anggaran 2022 diproyeksi mencapai sebesar rp. 1,576 triliyun. target tersebut bersumber dari pendapatan asli daerah (pad) sebesar  rp 182,523  milyar, pendapatan transfer sebesar rp 1,322 triliyun, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah  sebesar rp 71,718 milyar.

Untuk target pendapatan daerah pada tahun anggaran 2022 dari komponen pendapatan asli daerah (pad), yakni: pajak daerah diproyeksi sebesar rp 44,373 milyar, retribusi daerah sebesar rp 4,240 milyar, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar rp 11,925 milyar dan  lain  lain  pendapatan  asli  daerah  yang  sah  diprediksi sebesar rp 121,984 milyar. jika dibandingkan dengan target pad pada apbd murni tahun anggaran 2021, maka target pad tahun anggaran 2022 turun sebesar 5.35 persen atau sebesar rp 10,324 milyar.

Kemudian untuk pendapatan daerah dari komponen pendapatan transfer, terdiri dari : pendapatan transfer pemerintah pusat yang diproyeksi : dana bagi hasil pajak/bagi hasil bukan pajak tahun anggaran 2022 sebesar rp 131,038 milyar, masih sama dengan target bagi hasil pajak/bagi hasil bukan pajak pada apbd murni tahun anggaran 2021.

Dana alokasi umum (dau) tahun anggaran 2022 sebesar rp 914,441 milyar, sama dengan target pada apbd murni tahun anggaran 2021

Dana alokasi khusus (dak) belum dianggarkan pada penyusunan rancangan kua dan rancangan ppas tahun anggaran 2022, hal ini karena untuk penganggaran dak tersebut menunggu terbit petunjuk teknisnya

Dana desa sebesar rp 175,723 m sama dengan target pada apbd murni tahun anggaran 2021.

Pendapatan transfer antar daerah yakni pendapatan bagi hasil pajak dari provinsi ditargetkan sebesar rp 100,937 m sama dengan target pada apbd murni tahun anggaran 2021.

“untuk komponen pendapatan daerah dari lain-lain pendapatan daerah yang sah pada tahun anggaran 2022 diproyeksi sebesar rp. 71,718 m masih sama dengan target pada apbd murni tahun anggaran 2021,” disampaikan Bupati

Dilanjutkan Bupati, sedangkan belanja daerah merupakan belanja yang harus dikeluarkan oleh pemerintah daerah untuk menjalankan aktivitas pemerintahan baik itu memberikan pelayanan kepada masyarakat maupun melaksanakan pembangunan daerah. pendanaan belanja daerah diarahkan pada pemenuhan kebutuhan prioritas  dan bermanfaat bagi masyarakat.

Baca juga: DPRD Inhil Laksankan Rapat Paripurna ke-9 Masa Persidangan ke-II

“belanja daerah tahun anggaran 2022 akan diprioritaskan pada kegiatan-kegiatan di bidang pendidikan, kesehatan, pariwisata dan budaya, penciptaan lapangan kerja, peningkatan infrastruktur guna mendukung ekonomi kerakyatan dan pertumbuhan ekonomi, menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik, penanggulangan kemiskinan serta penanganan dan pencegahan pandemi covid-19,” Kata Bupati

Proyeksi belanja daerah pada tahun anggaran 2022 ditargetkan sebesar rp 1,900 triliyun, dimana belanja operasional sebesar   rp1,432 triliyun, belanja modal sebesar rp.140,140 milyar, belanja tidak terduga sebesar rp. 43 milyar, dan belanja transfer sebesar rp.284,931 milyar .

Penerimaan pembiayaan daerah pada tahun anggaran 2022 diproyeksi sebesar rp.320,991 milyar. sedangkan komponen pengeluaran pembiayaan pada tahun anggaran 2022 untuk penyertaan modal (investasi) pemerintah daerah tidak dianggarkan.

“dengan demikian jumlah pembiayaan netto sebesar rp. 320,991 milyar digunakan untuk menutupi defisit belanja tahun anggaran 2022.” Imbuh Bupati

Diakhir pidatonya Bupati berharap rancangan kua dan rancangan ppas kabupaten indragiri hilir tahun anggaran 2022 ini dapat dilanjutkan pembahasannya sesuai dengan mekanisme dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan hasilnya dapat disepakati bersama, sehingga kedua dokumen tersebut dapat ditetapkan sesuai rencana  dan selanjutnya akan dijadikan sebagai acuan dalam penyusunan rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah (rapbd) tahun angaran 2022./dro

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: