mgid.com, 610011, DIRECT, d4c29acad76ce94f
18 September 2021

Taliban Masuki Kabul dari Semua Sisi, Usai Rebut 23 Ibu Kota Provinsi Afghanistan

Asap membubung di dekat Kedutaan Besar Amerika Serikat di Kabul, Afghanistan, Minggu (15/8/2021). Taliban memasuki Kabul dari segala penjuru hari itu saat AS sedang mengevakuasi para diplomatnya dari kantor Kedubes.(AP PHOTO/RAHMAT GUL)

detikriau.id – Taliban pada Minggu (15/8/2021) memasuki Kabul, ibu kota Afghanistan, setelah merebut 23 ibu kota provinsi. Masuknya Taliban ke Kabul disampaikan oleh seorang pejabat Kementerian Dalam Negeri Afghanistan.

Pada saat yang sama, Amerika Serikat (AS) sedang mengevakuasi para diplomatnya dari kedutaan besar dengan helikopter. Pejabat senior itu mengatakan kepada Reuters, Taliban datang dari semua sisi tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Twit dari akun istana Kepresidenan Afghanistan mengatakan, suara tembakan terdengar di beberapa titik sekitar Kabul, yang sempat ditempati pasukan keamanan bersama mitra internasional.

Sementara itu, para pejabat AS mengatakan bahwa para diplomat diangkut ke bandara kedutaan di distrik Wazir Akbar Khan yang dibentengi. AS juga mengirim lebih banyak tentara untuk membantu evakuasi, setelah serangan kilat Taliban membawa kelompok milisi itu kian dekat ke Kabul dalam beberapa hari.

Baca juga: Biden kirim 5.000 tentara ke Afghanistan untuk evakuasi warga AS

Pekan lalu, intel AS memperkirakan Kabul akan jatuh ke tangan Taliban dalam 90 hari. Seorang pejabat NATO mengatakan, beberapa staf Uni Eropa juga dievakuasi ke lokasi yang lebih aman dan dirahasiakan di ibu kota.

Seorang pejabat Taliban mengatakan kepada Reuters, mereka tidak menginginkan adanya korban saat menyerang, tetapi belum mengumumkan gencatan senjata.

Belum ada pernyataan tentang situasi ini dari Presiden Ashraf Ghani, yang pada Sabtu (14/8/2021) mengatakan, dia sedang dalam konsultasi mendesak dengan para pemimpin lokal dan mitra internasional mengenai kondisi sekarang.

Taliban rebut 23 ibu kota provinsi

Pada Minggu (15/8/2021) milisi Taliban mengambil alih kendali Jalalabad, kota utama di timur Afghanistan, tanpa perlawanan.

Abas Ebrahimzada, anggota parlemen dari Balk, mengatakan kepada Associated Press (AP), militer nasional Afghanistan yang pertama menyerah, diikuti pasukan pro-pemerintah dan pasukan lainnya yang melawan Taliban. Perebutan itu terjadi setelah benteng utara pertahanan pemerintah Afghanistan, Mazar-i-Sharif, mereka duduki sehari sebelumnya.

Jatuhnya Jalalabad ke tangan Taliban membuat mereka dapat mengakses jalan penghubung ke Pakistan. Dengan demikian, Taliban telah menguasai 23 dari 34 ibu kota provinsi, mengutip BBC pada Minggu (15/8/2021).

Cepat jatuhnya pasukan pemerintah Afghanistan melawan Taliban, membuat tekanan pada Presiden Ashraf Ghani meningkat untuk mengundurkan diri dari jabatan. Ghani kini menghadapi dilema antara menyerah atau berperang mempertahankan ibu kota Kabul.

Sumber: kompas.com

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: