mgid.com, 610011, DIRECT, d4c29acad76ce94f
28 Oktober 2021

Presiden Minta Harga Tes PCR Diturunkan di Kisaran Rp450-Rp550ribu

Presiden Jokowi meminta agar harga tes virus corona (Covid-19) dengan metode polymerase chain reaction (PCR) diturunkan di kisaran Rp450 ribu hingga Rp 550 ribu Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden

Detikriau.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar harga tes virus corona (Covid-19) dengan metode polymerase chain reaction (PCR) diturunkan di kisaran Rp450 ribu hingga Rp 550 ribu.

“Saya sudah berbicara dengan Menteri Kesehatan mengenai hal ini, saya minta agar biaya tes PCR berada di kisaran antara Rp450.000 sampai Rp550.000,” kata Jokowi yang dikutip di kanal Youtube Sekretariat Presiden, Minggu (15/8)

Jokowi menegaskan bahwa upaya testing atau pemeriksaan merupakan salah satu cara untuk menangani COVID-19. Karena itu,menurunkan harga standar tes PCR sebagai upaya untuk memperbanyak testing di tengah masyarakat.

Baca juga: Muhammadiyah Kritik Lomba: Bubarkan BPIP kalau Tak Bermanfaat

“Selain itu agar tes PCR bisa diketahui hasilnya bisa diketahui hasilnya 1×24 jam. Kita butuh kecepatan,” kata Jokowi.

Diketahui, harga tes PCR virus corona masih tergolong mahal untuk dijangkau kalangan masyarakat menengah ke bawah. Kemenkes RI sempat menetapkan tarif batas tertinggi tes PCR yakni Rp 900 ribu.

Kemenkes Buka Suara soal Tes PCR Lebih Mahal Dibanding India

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) angkat suara soal harga tes Polymerase Chain Reaction (PCR) Covid-19 yang lebih mahal di pasaran, ketimbang tes usap antigen.
Direktur Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi menyebut bahwa penentuan harga PCR yang saat ini beredar telah berdasarkan hasil kajian tim ahli.

“Ini tentunya sudah melewati konsultasi berbagai pihak saat menentukan harga tertinggi pemeriksaan PCR,” ujar Nadia kepada CNNIndonesia.com, Jumat (13/8).

Kemenkes telah menentukan batas tertinggi tes PCR Covid-19 saat ini di kisaran Rp500-900 ribu. Jumlah itu terbilang mahal dibanding harga PCR di India yang kini mulai diturunkan menjadi sekitar Rp95 ribu dari semula sekitar Rp150 ribu.

Tingginya harga PCR di Indonesia turut disorot dokter sekaligus musisi, Tompi. Lewat akun Twitternya @dr_tompi, ia menyebut harga PCR di Indonesia terlalu mahal.

“Harga PCR atau swab harus semurah-murahnya!!! Negara harus hadir memastikan ini. Kenapa negara lain bisa lebih murah dari kita saat ini? Bukankah Beli bayam 100 selalu lebih murah dari beli bayam 10. Ayo lah Bisa! Mohon kendalinya Pak Jokowi,” kata dia, Rabu (11/8).

Nadia menjelaskan, tingginya PCR disebabkan oleh komponen pembentukan harga yang telah dikaji oleh tim. Meski demikian, pihaknya mengaku tetap membuka masukan dari berbagai pihak terkait kemungkinan menurunkan harga.

“Sangat terbuka untuk masukan ya,” kata dia.

sumber: cnn indonesia

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: