mgid.com, 610011, DIRECT, d4c29acad76ce94f
26 Januari 2022

Polisi Tangkap Pelaku Upaya Penyelundupan Benih Lobster di Pelabuhan Samudra

Tiga orang pelaku upaya penyelundupan benih lobster yang berhasil diamankan petugas kepolisian Polres Inhil/foto: humas Polres/Ist

Tembilahan, detikriau.id – Polres Inhil menangkap tiga orang pelaku percobaan penyelundupan benih lobster di jalan Lintas Pelabuhan Samudra Kecamatan Tanah Merah Kabupaten Inhil, Provinsi Riau, minggu (1/8/2021) yang lalu.

Dari ketiga pelaku, satu orang warga Kecamatan Tembilahan Hulu, Inhil, AL (36) berperan selaku penerima benih lobster serta ES (36) dan BY (37) berperan sebagai pembawa benih lobster menggunakan mobil dari Provinsi Jambi.

Kapolres Inhil AKBP Dian Setyawan melalui paur humas, Ipda Ersa dalam keterangan tertulis, kamis (12/8) menjelaskan, pengungkapan kasus bermula saat anggota Unit III Tipidter mendapat informasi dari masyarakat akan adanya transaksi ilegal benih lobster di Pelabuhan Samudera.

Baca juga: Miliki Senpi Rakitan, Polisi Tangkap Warga Kemuning

“Anggota kami lalu melakukan penyelidikan mengenai informasi tersebut. Tim beserta Kanit III Tipidter Polres Inhil berkoordinasi dengan Kanit Reskrim Polsek Tanah merah untuk melakukan penangkapan terhadap pelaku dugaan perkara dimaksud,” ujar Ipda Ersa

Tengah malam, tim melihat sebuah mobil yang dicurigai melintas di Jalan Lintas Pelabuhan Samudra Tanah Merah.  Unit III TIPIDTER Sat Reskrim Polres Inhil bersama Personel Polsek Tanah merah yang dipimpin oleh Kapolsek Tanah Merah langsung memberhentikan sebuah mobil yang dicurigai tersebut.

“Setelah dilakukan pemeriksaan,  mobil ditumpangi oleh ES dan BY dan ditemukan barang bawaan yang berupa 12 (dua belas) kotak styrofoam yang berisi benih Lobster terbungkus dalam beberapa plastik bening,” tutur Ipda Esra.

Dari hasil interogasi kedua pelaku, barang tersebut dibawa dan akan diantar kepada seseorang yang menunggu di atas jembatan Jalan Lintas Pelabuhan Samudra.

“Tim langsung menuju TKP yang dimaksud dan berhasil menangkap seorang pelaku lain yang berperan sebagai penerima benih lobster yakni AL,” tambahnya

Saat ini para pelaku berikut barang bukti benih Lobster dibawa dan diamankan ke Mapolres Inhil untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Para pelaku dikenakan pasal 88 UU RI No.31 tahun 2004  tentang Perikanan, Jo pasal 55 K.U.H.Pidana dengan ancaman pidana maksimal 6 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 1.5 Milyar,” tutup Ipda Esra./*

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: