mgid.com, 610011, DIRECT, d4c29acad76ce94f
18 September 2021

Heboh peningkatan kasus covid di Inhil dan penuhnya ruang rawat. Berikut penjelasan dr Saut

dr Saut Pakpahan/Foto: Internet

Tembilahan, detikriau.id – Media Sosial di Inhil dihebohkan kabar penuhnya ruang rawatan pasien covid-19, khususnya di Rumah Sakit Rujukan Covid-19 Puri Husada Tembilahan dan Rumah Isolasi Terpadu “Islamic Center”.

Salah satu akun facebook menduga penuhnya ruang rawatan pasien covid-19 ini disebabkan masuknya varian delta di Kabupaten Inhil.

“bukan cuma rawatan covid-19 RSUD Puri Husada yang full tapi tempat isolasi covid-19 IC juga full.

ayo protkes, Varian Delta uda masuk inhil sepertinya ni …. “

Netizen ini juga melampirkan data dari group WhatsApp yang menerangkan penambahan kasus konfirmasi sebanyak 113 orang yang dituliskan per jam 17.00 Wib tanggal 3 agustus 2021.

Baca juga: Trio Beni: Keterisian RS Rujukan Covid-19 Ditingkat Normal

“berikut disampikan data cek n ricek rilis kasus konfirmasi covid-19 kab inhil tangggal 03 agustus 2021 penambahan sebanyak 113 orang, update data jam 17.00”

Menanggapi hal ini, Direktur RSUD Puri Husada Tembilahan, sekaligus tim medis covid-19 Inhil, dr Saut Pakpahan, tidak membantah. Hanya saja menurutnya, penambahan 113 kasus konfirmasi ini data kumulatif.

“113 positif itu bukan data per hari, tapi kumulatif,” Ujar dr Saut menjawab konfirmasi detikriau.id melalui sambungan selularnya, selasa (3/8/21)

Diterangkannya, sebelumnya peralatan PCR di RSUD Puri Husada dilakukan pemeliharaan, maka untuk  pemeriksaan sampel, seluruhnya dikirim ke laboratorium di Pekanbaru.

“selama masa pemeliharaan alat PCR, semua sampel kita dikirim ke Pekanbaru. Disana pemeriksaannya juga antrian. Ketika sampai giliran sampel kita diperiksa, sampelnya sudah numpuk,  ratusan. Makanya kasus positifnya tinggi. Padahal sebagian pasien yang sampelnya diperiksa, sudah ada yang selesai isolasi, tapi hasil pemeriskaannya baru keluar,” ditambahkan dr senior di Inhil ini.

Dr Saut juga menjelaskan, dari 55 Tempat Tidur untuk rawatan pasien covid di RSUD Puri Husada, 39 diantaranya terisi. “Data ini dinamis. Per jam 15.00 Tadi, terisi 37, data terakhir jam 17.00 Wib, sudah terisi 39,”

Untuk ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD). Dr Saut menyebutkan ada 6 tempat tidur, 3 sudah terisi. “sebelumnya ketersedian tempat tidur kita 37, sekarang sudah ada 55. Untuk RS Raja Musa, ada 14 tempat tidur, bukan 4. Jadi data BOR yang sempat terpublikasi di medsos itu, data yang belum direvisi,” pertegasnya.

Dr Saut juga menjelaskan perihal kabar terjadinya antrian pasien covid untuk rawatan ruang IGD.

RSUD Puri Husada menuruntya menyediakan dua fasilitas IGD, satu untuk pasien covid dan satu untuk umum. “IGD umum tidak ada masalah”

“IGD untuk pasien covid ada 3 tempat tidur. Jadi jika ketiganya sudah terisi, semua pasien yang mau dirujuk ke IGD kita tunda dulu, terkecuali untuk yang emergency

“setelah ada pasien IGD yang dipindah ke ruang rawatan, baru kita bisa minta pasien baru untuk dimasukan ke IGD”

Baca: Marshanda Ungkap Penyakit Mental dari Sebuah Video Kontroversial

Dr Saut mengakui ketersedian 3 tempat tidur ruang IGD pasien covid sangat tidak memadai. Untuk antispasi terhambatnya pelayanan, RSUD Puri Husada saat ini sedang meningkatkan tambahan menjadi 10 tempat tidur.

“Pengerjaannya sedang berjalan, diperkirakan 3 hari lagi sudah selesai dan bisa difungsikan”

“Islamic Center ada 112 tempat tidur, hingga pukul 17.00 tadi terisi sebanyak 96”

“oksigen dan obat-obatan tidak ada masalah”

Saat ini dikatakan dr Saut, penanganan pasien covid masih dalam kondisi normal, namun pihaknya tetap mengantisipasi jika terjadinya peningkatan kasus.

“Kalau kondisi darurat, belum, tapi memang sudah mendekati kondisi penuh. Salah satu upaya kita mencari tempat lain untuk rawat inap juga memaksimalkan rumah isolasi terpadu di Islamic Center.” Akhirinya./dro

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: