mgid.com, 610011, DIRECT, d4c29acad76ce94f
18 September 2021

Istri Digoda, JU “Parang” Kepala TA Hingga Tewas

Tembilahan, detikriau.id – Mengaku kesal istri kerab di goda, JU (23) warga Desa Soraya Mandiri habisi nyawa  TA (24) warga Desa Igal Kecamatan Mandah Kabupaten Indragiri Hilir Riau.

Jasad korban, TA, awalnya ditemukan warga pada rabu lalu sekira pukul 23.30 Wib dari penelusuran bercak darah di tepi jalan Desa Soraya Mandiri menuju kebun kelapa.

“Ketika warga menelusuri bercak darah tersebut mereka mencium bau busuk yang berasal dari sebuah sumur dan menemukan mayat yang tertelungkup dengan kondisi luka terbuka dibagian kepala belakang dan robekan dibagian telinga kiri,” ungkap Sat Reskrim Polres Inhil AKP Amru Abdullah melalui Paur Humas Ipda Esra dalam keterangan tertulis, jumat (30/7/21).

Baca juga: Resahkan Warga, Polisi Tangkap dan Serahkan Beruang Madu ke BKSDA Riau

Atas kejadian itu warga melaporkan kepada Kades dan Bhabinkamtibmas Desa Soraya Mandiri Polsek Mandah.

“Hasil autopsi Rumah Sakit Bhayangkara pada 29 Juli 2021 disimpulkan bahwa korban meninggal dunia akibat dibunuh,” kata Ipda Ersa

Barang Bukti senjata tajam sejenis parang yang digunakan pelaku untuk menghabisi nyawa pria yang disebut kerab menggoda istrinya./Foto: Humas Polres Inhil/Ist

Selanjutnya, berdasarkan hasil penyelidikan pihak kepolisian, pada Jumat (30/7/2021), Satreskrim Polres Inhil berhasil melakukan penangkapan terhadap pelaku pembunuhan berencana inisial JU.

Sempat Dikatai ‘Gila’, Marshanda Pencetus Awal Joget di Tiktok?

“Hasil interogasi, motif pelaku melakukan pembunuhan berencana dikarenakan kesal kepada korban yang sering mengganggu istri pelaku dengan meminta foto istrinya melalui pesan facebook. Atas kekesalan tersebut pelaku merencanakan pembunuhan dengan mengajak korban bertemu di kebun kelapa (TKP) dan pelaku langsung membacok kepala belakang korban dengan parang yang mengakibatkan korban tewas seketika,” jelas Ipda Esra.

“Pelaku beserta barang bukti diamankan ke Mapolres Inhil guna penyidikan lebih lanjut.

“Atas perbuatannya pelaku dikenakan pasal 338 Jo 340 KUH.Pidana dan diancam pidana maksimal  lima belas penjara,” akhiri Ipda Ersa./dro

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: