mgid.com, 610011, DIRECT, d4c29acad76ce94f
1 Agustus 2021

Daerah Diminta Awasi Proses Pelaksanaan PPDB Online 2021 Secara Transparan

“sejumlah modus kecurangan dalam PPDB 2020 lalu seperti pemalsuan Kartu Keluarga (KK) dan oknum yang menjanjikan jalan pintas”

Detikriau.id – Inspektur Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek), Chatarina Muliana Girsang meminta Pemerintah Daerah untuk memantau proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) online tahun 2021 secara transparan sehingga setiap anak mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan hak pendidikan terbaik.

“Kami minta dinas benar-benar memantau PPDB di daerahnya untuk mengantisipasi kegaduhan karena masih dimasa pandemi. Tujuannya agar PPDB bisa terlaksana baik memenuhi hak dasar anak kita,” kata Chatarina dalam acara bincang pendidikan secara virtual tentang tema PPDB 2021, Senin (24/5/2021) yang lalu.

Foto: scrrenshoot PPDB online SMKN 1 Tembilahan/detikriau.id

Chatarina menyatakan pihaknya akan melakukan audit forensik untuk mengantisipasi kecurangan dalam PPDB. Chatarina mencontohkan sejumlah modus kecurangan dalam PPDB 2020 lalu seperti pemalsuan Kartu Keluarga (KK) dan oknum yang menjanjikan jalan pintas.

“Kami akan melakukan audit forensik sistem PPDB online,” ditambahkan Chatarina

“Kami fokus sistem online karena masih berpotensi KKN (kolusi, korupsi, nepotisme),” imbuh Chatarina.

Baca juga: PPDB SMKN 1 Tembilahan Dipertanyakan. Panitia Bungkam!

Dijelaskannya, audit forensik adalah menemukan dan mendeteksi kelemahan-kelemahan dalam sistem PPDB online. Misalnya, contoh kasus di Bekasi, Jawa Barat, bahwa ada oknum yang merekayasa kartu keluarga (KK) dari calon peserta didik juga adanya oknum yang menawarkan jalan pintas dengan harga tertentu agar calon peserta didik bisa diterima di sekolah negeri.

“Di Bekasi, kami baca dari laporan media ada oknum satpam, guru, yang menawarkan sesuatu, jalan pintas dengan harga tertentu supaya anak diterima, padahal di sisi aturan, anaknya tidak memenuhi syarat,” ujarnya.

Dia menegaskan pihaknya akan memastikan agar jangan sampai terjadi celah-celah dari sistem online yang bisa dimanfaatkan sebagai modus kecurangan oleh oknum tertentu.

Seperti diketahui, Kemdikbudristek menyatakan PPDB tahun 2021 dimulai Juni-Juli melalui  4 jalur pendaftaran yaitu zonasi, afirmasi, prestasi, dan perpindahan orangtua. Aturan PPDB 2021 telah dikeluarkan pada 7 Januari lalu lewat Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 1 tahun 2021 tentang PPDB pada TK, SD, SMP, SMA, SMK.

Sumber: beritasatu.com   Editor: Faisal

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: