mgid.com, 610011, DIRECT, d4c29acad76ce94f
28 Juli 2021

Warga Karantina Mandiri Lr Melur Kelaparan?

Tembilahan, detikriau.id – Miris, warga karantina mandiri di Lr Melur RT 02 RW 03 Jalan Pangeran Hidayat, Kelurahan Tembilahan Hilir Kecamatan Tembilahan, Inhil ngaku “kelaparan”. Dikarantina sejak tiga hari yang lalu, hanya satu kali mendapatkan bantuan makanan sementara persedian pakan dan sembako sudah habis.

“Kami sangat sedih, tiga hari kami dikarantina tidak ada bantuan makanan dan sembako, kemaren sempat sekali dikasih pak camat makan siang, namun sekarang sudah tidak makan dan stok makanan juga sudah habis dirumah kami, apalagi kami masih menjalani karantina hingga 10 hari kedepannya,” ujar salah seorang warga, Murad kepada awak media, senin (28/6/21).

Baca juga: Polisi Tangkap Residivis di Tembilahan Hulu

Murad berharap adanya perhatian pemerintah kepada dirinya dan puluhan warga lainnya yang menjalani isolasi covid-19.

Terkait hal ini, Camat Tembilahan, Lukman Hakim tidak membantah. Iapun membenarkan bahwa warga di Lr Melur sudah tiga hari dikarantina disebabkan banyaknya warga setempat yang positif covid-19.

Warga lr Melur di Tembilahan Hilir mengaku tidak mendapatkan bantuan makanan dan sembako sejak tiga hari dikarantina mandiri covid-19. Mereka mengaku kelaparan./Foto: Ist

“Benar, sudah tiga hari warga lorong melur dikarantina terkait banyaknya klaster pasien yang positif covid 19, namun belum ada bantuan makanan dan sembako” Akui Lukman ditemui wartawan di Posko Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro Lr Melur.

Sejauh ini, lanjut Lukman, upaya yang telah dilakukan oleh dirinya selaku Camat bersama Danramil, Polsek, Babinsa, Bhabin Kamtibmas dan Lurah Tembilahan Hilir adalah melaporkan kepada Tim Gugus Penanggulangan Covid 19 Kabupaten Indragiri Hilir.

Baca juga: Berlaku Mulai 22 Juni, Inilah Ketentuan Pengetatan PPKM Mikro

“Kita sudah koordonisai dan laporkan kepada Tim gugus yang sekretariatnya di kantor BPBD Inhil serta langsung ke Dinas Sosial, namun sampai saat ini kita masih menunggu” Jelas Camat.

Untuk sekedar diketahui, penerapan PPKM Mikro Lr Melur dikarenakan masuk dalam kawasan zona merah covid-19 klaster rumah tangga pada kawasan padat penduduk.

Keterangan Lurah Tembilahan Hilir, Budiono, terdata sebanyak 16 rumah dalam satu RT dengan 25 orang penghuninya terjangkiti covid-19. “hari ini kita lakukan test Swab sebanyak 34 orang lagi”, sebut Budiono.

“Sampai saat ini petugas masih bekerja keras melaksanakan swab massal dan evakuasi warga yang positif ke penempatan karantina di Islamis Centre, sedangkan warga yang masih menunggu hasil swap akan dikarantina secara mandiri sampai hasilnya keluar”Akhirinya./*

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: