mgid.com, 610011, DIRECT, d4c29acad76ce94f
18 Oktober 2021

Pungli, Sekolah Diimbau Kedepankan Empati

Ketua Komisi IV DPRD Inhil, Samino/Foto: Antara

“Keduanya, baik sekolah maupun wali siswa harus intropeksi. Orang tua jangan lagi menjadikan hal itu kebiasaan dan sekolah juga jangan meminta, walaupun dengan hanya bahasa isyarat . Jika tidak, praktik-praktik yang bertentangan dengan aturan ini akan sulit untuk dituntaskan.”

Tembilahan, detikriau.id – Ketua Komisi IV DPRD Inhil, Samino mengimbau pihak sekolah untuk lebih mengedepankan rasa empati ditengah keterpurukan ekonomi dimasa pandemi covid-19. Salah satu caranya adalah dengan tidak membebani wali murid dengan pungutan-pungutan yang bertentangan dengan ketentuan aturan.

Menurut Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Kabupaten Indragiri Hilir ini, praktik penyimpangan yang sampai saat ini masih kerab ditemui salah satunya adalah permintaan jumlah nominal rupiah tertentu dari pihak sekolah kepada wali murid, misalnya saat penyerahan rapor. Praktik seperti itu, baik disampaikan secara tersirat apalagi secara langsung dipastikannya dikategorikan sebagai pungutan liar (pungli), dan jelas ada sanksi hukum kepada pelakunya.

Ilustrasi: Internet

“Ditengah ekonomi yang sakit dalam kondisi covid ini, kami mengimbau pihak sekolah jangan ada lagi yang melakukan pungutan-pungutan  yang bisa dikategorikan pungli. Rasa empati tentu harus lebih dikedepankan,” Ujar Ketua Komisi IV DPRD Inhil, Samino kepada detikriau.id, senin (14/6)

Baca juga: SMPN 1 Tembilahan Hulu Dikabarkan Pungut Biaya Rapor dan SKHU. Kepsek: Hanya Sukarela

Disamping pihak sekolah, Samino juga mengimbau wali murid untuk mulai  melepaskan “kebiasaan memberi”. Menurut Samino, pihaknya (Komisi IV) juga masih kerab mendapati  wali murid memberikan sejumlah rupiah kepada para guru meskipun tidak diminta.

“Memang agak sulit, karena sebagian masih menganggap hal itu lumrah. sekolah tidak meminta tetapi sebagian wali murid tetap memberi”

“Keduanya, baik sekolah maupun wali siswa harus intropeksi. Orang tua jangan lagi menjadikan hal itu kebiasaan dan sekolah juga jangan meminta, walaupun dengan hanya bahasa isyarat . Jika tidak, praktik-praktik yang bertentangan dengan aturan ini akan sulit untuk dituntaskan.” Tutupnya./dro

1 thought on “Pungli, Sekolah Diimbau Kedepankan Empati

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: