mgid.com, 610011, DIRECT, d4c29acad76ce94f
1 Agustus 2021

Netanyahu: PM Baru Israel Tak Akan Mampu Hadapi Iran

Tel Aviv – Dalam pidato terakhirnya sebagai Perdana Menteri (PM) Israel sebelum pemerintahan baru dilantik pada Minggu (13/6) malam, Benjamin Netanyahu melontarkan serangan keras terhadap Naftali Bennett yang menggantikan dirinya.

Seperti dilansir The Times of Israel, Senin (14/6/2021), Netanyahu tidak hanya meluapkan kemarahannya terhadap Bennett, tapi juga bersumpah akan berusaha tanpa kenal lelah untuk menggulingkan koalisi pemerintahan baru Israel.

“Saya akan berjuang setiap hari melawan pemerintahan sayap kiri yang mengerikan dan berbahaya ini demi menggulingkannya,” tegas Netanyahu di hadapan anggota parlemen Israel.

“Dengan pertolongan Tuhan, itu akan terjadi lebih awal daripada yang Anda pikirkan,” imbuhnya.

Dalam komentar memperingatkan Iran, Hamas dan Hizbullah, Netanyahu menegaskan dirinya tidak akan pergi ke mana-mana. “Kami akan kembali segera!” ucapnya dalam bahasa Inggris.

Diketahui bahwa koalisi pemerintahan baru Israel dipimpin oleh Bennett yang memimpin Partai Yamina dan Yair Lapid yang memimpin Partai Yesh Atid. Pada Minggu (13/6) waktu setempat, parlemen Israel atau Knessett menyetujui koalisi pemerintahan baru itu dalam voting dengan hasil 60 mendukung dan 59 menolak.

Baca juga: Usai Gencatan Senjata, Israel dan Warga Palestina Bentrok di Masjid Al Aqsa

Bennett pun dilantik menjadi PM ke-13 Israel dan Lapid menjadi Menteri Luar Negeri Israel.

Dalam pidato terakhirnya selama lebih dari setengah jam, Netanyahu membahas banyak hal, mulai dari mendata pencapaiannya selama menjabat, mengecam Bennett dan bersumpah akan memimpin oposisi yang agresif. Dia menyebut partai yang dipimpin Bennett telah mengkhianati kehendak rakyat dengan bergabung dalam koalisi dengan partai beraliran sentris, sayap kiri dan partai Arab.

Lebih lanjut, Netanyahu juga menyebut Bennett tidak akan dan tidak mampu menangkal ancaman Iran.

“Saya mendengar apa yang dikatakan Bennett (soal posisi teguh melawan Iran), dan saya khawatir, karena Bennett melakukan kebalikan dari apa yang dia janjikan. Dia akan memerangi Iran dengan cara yang sama dia tidak akan duduk dengan Lapid, Buruh, dan Ra’am (Partai Arab Bersatu di Israel-red),” sebutnya.

“Bennett tidak memiliki kedudukan internasional, tidak tidak memiliki kredibilitas, dia tidak memiliki kemampuan, dia tidak memiliki pengetahuan dan dia tidak memiliki dukungan pemerintah untuk memungkinkan dia melakukan pertahanan nyata (melawan Iran),” tegas Netanyahu.

“Di antara semua perbedaan di antara kami dan pemerintah yang akan datang, ini perbedaan paling penting dan paling menentukan bagi masa depan Israel,” cetusnya.

Ditegaskan Netanyahu bahwa pemerintahan ‘yang tidak mampu berdiri di hadapan komunitas internasional dalam isu-isu yang menentukan nasib kita, tidak cocok memimpin Israel bahkan untuk sehari pun — dan ini adalah pemerintahan yang akan datang!’.

“Bahkan di Iran mereka memahami ini — tidak mengejutkan jika mereka merayakan hari ini. Mereka merayakan karena mereka memahami bahwa mulai hari ini, akan ada pemerintahan lemah dan tidak stabil yang akan sejalan dengan perintah komunitas internasional,” sebutnya.

Netanyahu menambahkan pesan untuk Iran, Hizbullah dan Hamas bahwa: “Oposisi di israel akan memiliki suara yang jelas dan kuat.”

Diketahui bahwa, seperti dilansir Associated Press, Netanyahu kini akan memimpin oposisi Israel dan tetap memimpin Partai Likud, yang merupakan partai terbesar di parlemen Israel. Koalisi baru yang dipimpin Bennett dan Lapid terdiri atas gabungan partai-partai kecil dan menengah yang bisa saja kolaps jika salah satu anggotanya memutuskan untuk keluar dari koalisi./detikcom

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: