mgid.com, 610011, DIRECT, d4c29acad76ce94f
1 Agustus 2021

5 Ciri Ini Tanda Ponselmu Dibajak

Detikriau.id – WhatsApp jadi aplikasi yang sering digunakan banyak masyarakat dunia saat ini. Namun hal tersebut juga diikuti bahaya yang mengintai bagi para penggunanya.

Pengguna WhastApp punya potensi akunnya dibajak atau disadap oleh orang tidak bertanggung jawab. Namun pengguna bisa mengenali jika akunnya kena sadap.

Berikut ciri-ciri akun WhastApp terkena sadap atau dibajak, berdasarkan media sosial Siber Polri:

  1. Keluar Sendiri dari Akun WhatsApp

Hingga saat ini, satu akun WhatsApp belum bisa digunakan lebih dari satu perangkat secara bersamaan. Jadi apabila akunmu keluar secara otomatis, ini bisa jadi pertanda jika kamu kena bajak.

Saat akun digunakan untuk perangkat lain, WhastApp akan mengirimkan kode One Time Password atau OTP pada nomor terdaftar. Jika ada kode tersebut dan akunmu keluar dari aplikasi kemungkinan nomor ponsel itu sudah dikloning.

  1. Pesan Tiba-tiba Telah Terbaca

Jika sebuah pesan yang belum terbaca namun terlihat sudah terbaca, ada kemungkinan WhatsApp kena kloning.

Baca juga: Data Pribadi Bocor, Kita Bisa Apa?

Sebenarnya tanda dua centang biru yang menjadi tanda pesan terbaca bisa diatur agar tidak terlihat. Namun apabila ini diaktifkan maka tidak bisa terlihat pesan sudah terbaca atau belum.

  1. Mengirim Pesan yang Tidak Dikirimkan

Jika terdapat pesan yang tidak pernah kamu kirimkan, maka bisa jadi WhatsApp kamu kena retas.

  1. Online Padahal Tidak

WhatsApp memiliki tanda Online untuk melihat apakah pengguna sedang membuka aplikasi. Namun jadi masalah jika muncul tanda itu saat pengguna tidak membuka WhatsApp sama sekali.

  1. Log Perangkat Tidak Dikenal

Tanda tersebut bisa terlihat di versi Web. Jika ada perangkat yang tidak dikenal masuk ke dalam akun, segera tutup aksesnya.

Cara Mencegahnya

Salah satu modus untuk membajak akun WhatsApp adalah dengan mengambil OTP pada korbannya. OTP berisi 6 digit nomor yang dikirimkan melalui SMS.

OTP ini akan menjadi pintu akses masuk ke akun WhatsApp. Jadi bila ada pihak lain yang meminta kode tersebut sebaiknya jangan diberikan dan abaikan saja.

Siber Polri juga mendorong pengguna WhatsApp mengaktifkan fitur two step verification. Saat pelaku akan mengakses akun akan kesulitan karena tidak tahu PIN yang digunakan dalam fitur tersebut.

Jika kamu belum mengaktifkan two step verification, berikut caranya:

  1. Klik tiga ikon yang ada di pojok kanan atas di aplikasi WhastApp.
  2. Masuk ke menu Settings.
  3. Lalu menuju ke pengaturan account.
  4. Pilih two step verification.
  5. Akan ada permintaan mengaktifkan fitur dnegan menggunakan PIN. Klik enable yang ada di bagian bawah.
  6. Buat PIN, masukkan 6 digit angka sesuai keinginan.
  7. Selanjutnya WhatsApp akan meminta memasukkan alamat email yang terintegrasi dengan akun. Ini berguna saat nanti kamu ingin mengganti PIN two step verification.
  8. Two step verification sudah berhasil aktif./[sumber: cnbc indonesia]

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: