mgid.com, 610011, DIRECT, d4c29acad76ce94f

Tembilahan, detikriau.id – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Kecamatan Tembilahan Hulu menuai kritikan. Orang tua siswa dikabarkan harus memberikan uang senilai Rp50 ribu untuk pengambilan rapor dan Rp 10 ribu untuk SKHU.

“50 ribu untuk ambil rapor. Anak saya awalnya hanya saya bekali 20 ribu, tapi terpaksa harus saya tambahkan lagi 30 ribu karena katanya seluruh siswa ditetapkan 50 ribu,” ujar salah seorang orang tua siswa, selasa (8/6/21) di Tembilahan.

Baca juga : Ombudsman: Semua Pungutan Sekolah Dilarang, Kepsek Jangan Coba Menyiasati Wali Murid

Tidak hanya uang pengambilan rapor, bahkan untuk pengambilan SKHU katanya juga dikenai biaya, yang besarannya ditetapkan 10 ribu rupiah.

Ia berpendapat, bagi sebagian orang tua siswa, uang sejumlah itu mungkin bukan jumlah besar. Tapi untuk kebanyakan orang tua siswa ditengah susahnya ekonomi  saat ini, pastinya sangatlah bernilai.

foto ilustrasi pengambilan rapor siswa/Internet

Mengutip penelusuran arbindonesia.com kepada beberapa siswa-siswi kelas IX yang telah mengambil lapor di sekolah tersebut juga mangakui mengeluarkan biaya sebesar Rp 50.000

“Ngambil Lapor 50 ribu pak, SKHU besok kami ngambil pak,” kata sejumlah siswa dengan kompak

Terkait persoalan ini, Kepala Sekolah SMP N 1 Tembilahan Hulu, Hj Junainah membenarkan adanya biaya yang dikeluarkan peserta didik saat pengambilan Rapor dan SKHU.

Baca juga: Kemendikbud Larang Sekolah Pungut Iuran diluar Ketentuan dan Hapuskan MOS

Akan tetapi ia berdalih besaran biaya tersebut hanya diberikan secara sukarela dan bahkan sebelumnya sudah diberitahukan kepada wali murid.

“Jika diberi kami terima, jika tidak diberi juga tidak apa-apa. Tidak ada kami menahan Rapor, SKHU, dan Izajah jika tidak membayar,” tutur H Junainah kepada arbindonesia.com di ruang majelis guru, rabu (9/6/2021) pagi.

Ditempat  terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Inhil melalui Kepala Bidang Pembinaan SMP, H Nursal Fajar mengaku belum mengetahui tentang adanya pungutan disekolah tersebut.

“Untuk pengambilan Rapor dan SKHU serta Izajah tidak ada pembiayaan,” tutur Fajar kepada arbindonesia.com, Rabu (9/6/2021).

“Mengenai itu (pungutan), nanti akan kami cek dulu kronologinya, soalnya kami baru tau juga ini,” tutupnya./dro

One thought on “SMPN 1 Tembilahan Hulu Dikabarkan Pungut Biaya Rapor dan SKHU. Kepsek: Hanya Sukarela”

Tinggalkan Balasan