mgid.com, 610011, DIRECT, d4c29acad76ce94f
28 September 2021

Ahli Ragukan Target 1 Juta Vaksin Jokowi: Tak Realistis

Jakarta – Ahli epidemiologiUniversitas Griffith Australia Dicky Budiman meragukan target pelaksanaan vaksinasi Covid-19 kepada satu juta orang dalam sehari dari Presiden Joko Widodobakal tercapai.

Target tersebut disampaikan Jokowi usai pelaksanaan suntik vaksin Covid-19 dosis kedua, Rabu (27/1) pagi tadi.

Menurut Dicky, vaksinasi Covid-19 kepada 1 juta orang dalam satu hari sangat berat dilakukan di Indonesia.

“Berat sekali, terlalu optimistis, dan tidak realistis, karena ada masalah-masalah vaksinasi Covid-19,” kata Dicky saat dihubungi CNNIndonesia.com.

Masalah pertama, kata Dicky, terkait pendataan penerima vaksin Covid-19. Menurutnya, butuh waktu mendata seluruh warga Indonesia yang layak menerima vaksin Covid-19.

“Data itu masalah klasik di Indonesia, dan itu akan menjadi hambatan pertama, untuk data nakes prioritas vaksin saja masih ada kekeliruan,” tuturnya.

Baca juga: Bos BMKG Bicara Skenario Gempa M 8,7 & Tsunami 30 Meter Jatim

Persoalan lain, lanjut Dicky, adalah ketersediaan vaksin Covid-19 itu sendiri. Pasalnya, pengadaan vaksin membutuhkan proses lama.

“Dari sisi pelaksanaan vaksinasi ini ditentukan ketersediaan vaksinnya, apakah jumlahnya bisa langsung 70 juta dosis? Kan tidak, butuh waktu,” ucapnya.

Kendala lainnya meliputi proses pendistribusian ke daerah. Ditambah dengan kondisi geografis Indonesia yang berbentuk kepulauan sehingga distribusi bisa jadi terhambat.

“Belum kalau kita bicara soal force majeure, ada bencana, ada banjir, itu juga kendala,” katanya.

Berikut 7 vaksin Covid-19 yang akan diedarkan di dalam negeri berdasarkan surat keputusan Menteri Kesehatan. (Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen)

Masalah terkait kesiapan SDM vaksinasi juga perlu menjadi perhatian pemerintah. Kebutuhan vaksinator juga kemampuannya akan memengaruhi kualitas vaksin Covid-19.

“Perlu training, bagaimana cara penyimpanan vaksin, bagaimana menggunakannya, itu semua perlu dilatih,” ujar Dicky.

Lebih lanjut, ia kembali menegaskan bahwa vaksin Covid-19 bukan jalan keluar dari pandemi Covid-19. Pemerintah harus meningkatkan testing dan tracing atau penelusuran kontak untuk menangani kasus Covid-19 di tanah air.

“Selain banyak hambatan, kita juga jangan menempatkan vaksin ini sebagai pintu keluar pandemi, yang penting itu 3T-nya dilakukan,” pungkasnya.

sumber: cnn indonesia

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: