mgid.com, 610011, DIRECT, d4c29acad76ce94f
28 Oktober 2021

Polsek Candipuro Lampung Dibakar

Lampung, detikriau.id – Sejumlah warga mendatangi kantor Polsek Candipuro, Lampung Selatan dan membakar bangunan tersebut pada Selasa (18/5) malam. Belum diketahui pasti alasan pembakaran itu dilakukan.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad mengatakan bahwa terjadi ketimpangan personel dengan masyarakat yang harus diayomi di wilayah hukum Polsek tersebut.

“Iya benar, kejadiannya tadi malam. Di situ ada 52 ribu (warga) yang harus diayomi, sedangkan Polsek anggotanya 19 orang,” kata Pandra saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (19/5).

Dia menceritakan, 19 orang anggota Polsek tersebut harus melakukan pengamanan terhadap 12 desa yang tersebar di wilayah Candipuro.

Ketimpangan jumlah personel itu membuat setiap warga di sana merasa tak terayomi dengan maksimal. Belum lagi, kata dia, terdapat sejumlah operasi pengamanan yang dilakukan dalam rangka penegakan protokol kesehatan Covid-19 yang dilakukan anggota belakangan ini.

“Keterbatasan anggota sangat berpengaruh,” ucapnya.

“Ada banyak kegiatan, arus balik, penertiban, dan Kapolsek juga harus melakukan penertiban-penertiban terhadap kegiatan-kegiatan kerumunan lain,” tambah dia lagi.

Warga Kejar 20 Pembuat Onar

Pembakaran gedung Polsek Candipuro, Lampung Selatan, diduga terkait segelintir oknum masyarakat pembuat onar di wilayah tersebut.

Kepala Bidang Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad menuturkan bahwa saat ini warga juga telah mengejar oknum-oknum itu. Kata dia, mereka juga sering membuat onar di sekitar Candipuro selama ini.

“Sekarang 20 orang yang membuat onar itu, sekarang sedang dicari oleh warga masyarakat di situ karena sering berulah,” kata Pandra saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (19/5).

Pandra menerangkan situasi di Mapolsek pasca pembakaran sudah kondusif. Kata dia, masyarakat yang terprovokasi sudah dapat tenang.

“Sekarang situasinya sudah kondusif. Bahkan warga masyarakat sudah tidak terima dengan perlakuan sekumpulan anggota masyarakat ini,” tambah dia.

Dia sendiri belum mengetahui secara pasti mengenai alasan warga melakukan pembakaran di TKP serta kronologis kejadian lengkapnya.

Sumber: cnnindonesia.com

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: