mgid.com, 610011, DIRECT, d4c29acad76ce94f

“Puting beliung sebabkan satu korban meninggal dunia, rusakkan belasan rumah penduduk dan sejumlah fasilitas umum”

Reteh, detikriau.id – Kapolres Inhil, AKBP Dian Setyawan salurkan bantuan sembako dan obat-obatan kepada masyarakat terdampak musibah bencana alam angin puting beliung di Desa Sanglar, Kecamatan Reteh, jum’at (16/4)

Bhakti sosial tersebut juga dihadiri Ketua Bhayangkari Cabang Inhil Ny. Arry Dian Setyawan, Kabag, Kasat, Kapolsek Reteh dan personel Polres Inhil.

Di lokasi yang sama nampak kegiatan bhakti sosial serupa yang dipimpin oleh Bupati Inhil H.M. Wardan beserta Kadis Sosial, Kepala BPBD, Ketua Baznas, beserta Muspika Kecamatan Reteh.

Kapolres Inhil berharap bantuan ini sedikit dapat membantu meringankan beban warga yang terkena musibah.

“Anggota juga turut serta bersama masyarakat bergotong royong membersihkan puing-puing akibat angin puting beliung tersebut, bertujuan untuk memupuk semangat kegotongroyongan masyarakat serta meningkatkan rasa kepedulian terhadap sesama,” ujarnya.

Kepada korban, Kapolres Inhil berpesan untuk sabar dalam menghadapi cobaan, kemudian kepada para tetangga dan warga sekitar AKBP Dian mengajak untuk selalu kompak dalam membantu meringankan beban, baik dengan bantuan materi ataupun tenaga seikhlasnya.

“Warga sekitar harus kompak, mari kita bantu saudara kita yang membutuhkan untuk kebersamaan,” urai AKBP Dian.

Sementara itu menyikapi cuaca yang tidak menentu yang sudah mulai intensif dan sering turunnya hujan, bahkan kadang juga disertai oleh angin kencang. Kapolres Inhil menyampaikan himbauan kepada warga agar selalu waspada dan mawas diri untuk antisipasi bencana alam yang kapan saja bisa terjadi.

“Kita sampaikan himbauan kepada warga, terutama di wilayah yang rawan bencana untuk selalu hati hati dan siap siaga bila terjadi bencana,” tandasnya.

Salah satu warga penerima bantuan mengaku senang dan berterimakasih kepada Polres Inhil dan Pemerintah Daerah. Ia juga mengapresiasi kepada semua pihak yang telah peduli dengan memberikan bantuan baik materi maupun fisik kepada dirinya dan warga korban angin puting beliung.

“Tentunya kami mengucapkan terimakasih. Kami tidak bisa membalas apa apa, semoga berkah untuk kita semua. Ini adalah cobaan yang berat, namun kami harus kuat,” ucapnya.

Satu korban puting beliung meninggal dunia, bayi usian 4 bulan

Bencana alam puting beliung di Desa Sanglar, Kec. Reteh, Kab. Inhil terjadi pada kamis (15/4) sekira pukul 17.30 Wib. Disamping merusakkan sejumlah fasilitas umum, bencana ini juga memporakporandakan pemukiman penduduk.

Data dari Polres Inhil, bencana alam ini menelan satu korban jiwa yakni, Naila Binti Jamaludin (4 bulan) dan satu korban lainnya, Mardiana Binti H Talip (26) mengalami patah tulang dibagian kai dan harus mendapatkan perawatan di Puskesmas setempat.

Kapolres Inhil AKBP Dian Setyawan dan Bupati Inhil HM Wardan di lokasi puting beliung desa sanglar/Foto: Hukas Polres Inhil/Ist

Kejadian ini juga menyebabkan 9 unit rumah penduduk rusak berat yakni ruma milik; JAMALUDDIN, SALMA, BASIR, JOSEP, BUJANG KEP, ALWI, ABDURRAHMAN, DARMAWI, dan ALBAR.

8 unit rumah lainnya rusak ringan, yakni milik; MARLIUS, HIKMAH, HARMAUZI, WATI, DAWING, SITI, NURBAYA, dan SULAIMAN.

Serta juga menyebabkan kerusakan ringan pada Bangunan Posyandu Desa Sanglar, Kantor Bhabinsa Desa Sanglar, Puskesmas Pembantu Desa Sanglar, dan Kantor Desa Sanglar./*

Tinggalkan Balasan