Artis Lebih Dikagumi Daripada Ulama, Benarkah Ini Pertanda Kiamat?
Riwayat lain menyebutkan:
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ : أَنْ يُرْفَعَ العِلْمُ وَيَثْبُتَ الجَهْلُ ، وَيُشْرَبَ الخَمْرُ ، وَيَظْهَرَ الزِّنَا
Anas bin Malik berkata, ” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Di antara tanda-tanda terjadinya hari Kiamat yaitu diangkatnya ilmu, kebodohan merajalela, banyaknya orang yang meminum minuman keras, dan zina dilakukan dengan terang-terangan.” (HR Muslim)
Ustaz Mufti Syafi’i (Al-Hafiz) mengatakan, sudah menjdi fitrah dan ketentuan dari Allah bahwa penghuni neraka, jauh lebih banyak dari pada penghuni surga. Ada puluhan dalil tentang hal itu, sehingga majelis-majelis bergoyang, idola artis-artis jika mengarah kepada syahwat, maksiat, dan semacamnya pasti pengikutnya banyak. Majelis seperti itu pun tanpa undangan akan selalu ramai.
“Jika acaranya pengajian, apalagi dihadiri ulama atau ustaz yang istiqomah akan jauh lebih sedikit, itu sudah fitrahnya. Walaupun kadang dibayar tetep sedikit yang hadir,” kata Ustaz Syafi’i.
Orang yang Populer di Mata Allah
Lantas, siapa sebenarnya yang populer di mata Allah? Ustaz Mufti Syafi’i mengatakan, orang yang populer di mata Allah adalah orang yang dicintai oleh Allah Ta’ala. Karena apabila Allah sudah cinta, maka Jibril diperintahkannya untuk mencintainya. Lalu seluruh Malaikat diperintahkn agar mencintai hamba itu. Kemudian penduduk bumi yaitu hamba-hamba Allah sekitarnya akan ikut hormat dan mencintainya, keberadaannya dirindukan.
Mereka yang dicintai Allah tentu di antarannya Wali Allah, para Ulama pewaris Nabi. Allah berfirman dalam Al-Qur’an: “Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa.” (QS. Yunus; 62-63)
“Mereka inilah orang-orang yang populer di kalangan penduduk langit. Mereka selalu mendoakan wali tersebut, begitu juga Allh pun terus menyanjung mereka,” terang Ustaz Syafi’i.
Dalam satu hadis, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
