mgid.com, 610011, DIRECT, d4c29acad76ce94f

“Bisnis dikendalikan S (napi narkoba Lapas Tanjung Pinang) yang merupakan ayah dari salah saeorang terduga pelaku”

Tembilahan, detikriau.id – Gabungan Sat Narkoba Polres Inhil dan Polsek Gaung mengamankan dua orang wanita warga Desa Simpang Gaung Kecamatan Gaung Kab Inhil, T (37) dan ponakannya, E (26) atas dugaan pelaku tindak pidana narkotika jenis shabu pada kamis 01 April 2021.

Diterangkan Kapolres Inhil AKBP Dian Setyawan, melaului Paur Humas Ipda Esra, Penangkapan kedua terduga pelaku bermula dari laporan masyarakat yang merasa resah dengan adanya peredaran narkoba di Desa setempat.

Berdasarkan laporan tersebut Kasat Res Narkoba AKP Bachtiar membentuk Tim gabungan diantaranya Sat Res Narkoba, Sat Pol Air dan Polsek Gaung untuk melakukan penyelidikan.

Menurut Ipda Ersa, masyarakat sekitar sangat sulit memantau informasi karena pelaku mengarah kepada kelompok keluarga sehingga tim melakukan penyelidikan selama delapan hari.

Setelah melakukan penyelidikan, tim akhirnya melakukan penangkapan terhadap T dan dilakukan pengeledahan yang disaksikan Kadus dan tokoh masyarakat.

Dari hasil pengeledahan ditemukan 15 paket diduga narkotika jenis shabu dengan berat kotor 30,20 gram dan barang bukti lainnya. Setelah dilakukan interograsi barang bukti tersebut berasal dari keponakannya, E yang juga sudah diamankan.

“Ketika dilakukan pengeledahan rumah E ditemukan sejumlah uang, handphone, bungkusan plastik putih bening berikut satu buah sendok plastik pipet,” ujar Ipda Ersa

T (37) dan ponakannya E (26), dua dari sindikat keluarga pengedar narkotika di Gaung yang berhasil diamankan petugas kepolisian./Foto: Polres Inhil/detikriau.id

Ketika diinterogasi, E mengaku memperoleh shabu dari D yang merupakan pamannya atau saudara dari ayahnya S (napi narkoba di Tanjung Pinang) untuk diserahkan diserahkan kepada T.

Kemudian Tim melakukan pengeledahan di rumah D yang sudah dalam kondisi kosong. Diperoleh informasi bahwa D sudah tidak ada di rumah sejak beberapa hari yang lalu.

“Tim gabungan tetap berupaya mencari keberadaan D dibeberapa tempat yang sering ditempatinya, namun hasilnya masih nihil. Kami akan terus melakukan penyelidikan terhadap D ini,” terang Ipda Esra.

Dua pelaku dan barang bukti yang berhasil diamankan dibawa ke Mapolres Inhil untuk penyidikan dan pengembangan lebih lanjut.

“Dari hasil interograsi pelaku T ini berperan sebagai penyimpan shabu dan shabu ini akan diserahkan jika ada pembeli melalui D adiknya ataupun keponakannya E. Selain itu pelaku E menerima shabu dari D dan selanjutnya menyerahkan kepada pelaku T untuk disimpan guna mengelabui petugas,” jelasnya.

Hasil penjualan shabu disimpan dan dikirim E kepada ayahnya S (napi narkoba Lapas Tanjung Pinang).

“Pengendali shabu diduga berasal dari S (napi narkoba Lapas Tanjung Pinang) dengan motif memerintahkan D untuk mengambil dan menyerahkan ke pelaku E. Pelaku D ini juga berperan sebagai penjual,” kata Ipda Esra.

Selain para pelaku tersebut, tim juga melakukan pendalaman terhadap K dan R yang diduga juga terlibat jaringan keluarga tersebut karena keduanya merupakan adik kandung S (napi narkoba).

“Berdasarkan laporan masyarakat keduanya ternyata memiliki aktifitas rutin mencari kayu di hutan dan kembali sekali sebulan atau dua bulan ke rumah,” akhirinya./dro

Tinggalkan Balasan