mgid.com, 610011, DIRECT, d4c29acad76ce94f
18 Oktober 2021

Pantai Maluku Tengah Jadi Sumber Uang Baru, Warga Jual Emas Bisa Sampai 300 Gram Per Hari

MALUKU TENGAH – Setelah ditemukannya butiran emas di pesisir pantai Desa Tamilow, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah, kini aktivitas jual beli emas mulai menggeliat di desa tersebut.

Salah satu penjual emas bernama Erifin mengatakan, dirinya setiap hari bisa membeli emas sebanyak 50 gram dari masyarakat Desa Tamilow.

“Kalau rata-rata sehari itu warga yang jual (emas) ke saya itu 40 sampai 50 gram,” kata Erfin dikutip dari Kompas.com pada Senin (29/3/2021).

Erifin menjelaskan, dalam setiap harinya, lebih dari 10 warga datang menjual emas kepadanya. Emas yang dijual merupakan hasil dari mendulang di Pantai Pohon Batu.

“Ada yang jual 2 gram ada yang 3 gram, ada juga 5 gram tergantung kebutuhan mereka. Jadi kalau rata-rata bisa sampai 50 gram sehari,” ucapnya.

Saat ini, ada enam penjual emas di Desa Tamilow yang setiap hari membeli emas dari para pendulang.

Emas yang dikumpulkan dari para pendulang itu dibeli dengan harga Rp 600.000 per gram.

Salah satu penjual lainnya yang enggan namanya dipublikasikan, mengaku setiap hari ada saja warga yang menjual emas kepadanya.

“Setiap hari pasti ada. Iya, kalau rata-rata bisa 50 gram kita dapat (penada) yang lain juga begitu. Jadi, bisalah 300 gram setiap hari yang dijual,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang warga Desa Tamilow bernama Siti mengaku telah menjual emas miliknya sebanyak enam gram.

Dia mengakui emas yang dia jula didapat dari hasil mendulang, sejak butiran emas ditemukan di pinggir pantai.

Dari hasil menjual emas itulah, kata Siti, uangnya digunakan untuk membeli kebutuhan pokok guna menghidupi keluarga.

“Saya jual untuk beli beras, perabot dapur, dan untuk biaya sehari-hari,” ucap Siti saat dikonfirmasi dari Ambon.

Sebelumnya diberitakan, warga Desa Tamilow, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah, menemukan emas di pantai desa mereka pada Senin (22/3/2021).

Penemuan emas di pantai tersebut pun langsung menggegerkan warga desa tersebut.

Hingga kini warga desa berbondong-bondong mendulang emas dengan peralatan seadanya.

Warga desa telah sepakat untuk tidak mengizinkan orang luar masuk ke desanya untuk mencari emas.

sumber: kompas.tv

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: