mgid.com, 610011, DIRECT, d4c29acad76ce94f
26 September 2021

Sadis, Rudi Telanjangi Jasad Korban Dengan Niat Mempermalukan

“Perbuatan Nekat ini diakui Rudi Didorong Perasaan Dendam Karena Sakit Hati”

Tembilahan, detikriau.id – Unit Reskrim Polsek Kempas Polres Indragiri Hilir meringkus Parningotan Sianturi Alias Rudi, warga Dusun 2 RT 006 RW 004 Desa Bayas jaya Kecamatan Kempas pada sabtu (27/3/21) sekira pukul 23.30 Wib. Petani berusia 30 tahunan ini dibekuk hanya berselang kurang 24 jam setelah aksi sadisnya menghabisi nyawa tetangga sedusunnya, Sartini (51).

Keterangan Kapolres Inhil, AKBP Dian Setyawan yang disampaikan Kasubbag Humas AKP Warno melalui pesan tertulis, ahad (28/3), tindakan sadis tersebut diakui Rudi didorong perasaan “sakit hati”.

Diterangkan, pada sabtu sekira pukul 09.00 Wib, anak kandung korban, Arti Dwi Cahyati (16) melihat korban pergi meninggalkan rumah, bermaksud untuk mengantarkan timbangan buah sawit ke depan gang Pustu (tepi jalan lintas Rengat-Tembilahan). Sejak saat itu, korban tidak kunjung kembali ke rumah.

Selanjutnya berselang beberapa waktu, katingan (52) saat keluar dari gang Pustu hendak pergi ke sawah, saksi melihat sepeda motor korban terjatuh di tepi parit (anak sungai.red) dan dalam jarak beber apa meter, korban disaksikannya terbujur dalam kondisi tertelungkup, tanpa busana dan sudah tidak bernyawa.

Menyaksikan hal tersebut, saksi bergegas melaporkannya ke Sub Sektor Bayas Jaya Polsek Kempas.

Kejadian ini kemudian dilaporkan resmi oleh Supriyadi (56) dengan no laporan polisi: LP / 07 / III / 2021 / Riau / Res. Inhil / tanggal 27 Maret 2021.

Pelaku Parningotan Sianturi Alias Rudi saat ini sudah diamankan di Polsek Kempas untuk mempertanggungjawabkan perbuatan sadisnya./Foto: Arsip Polsek Kempas Polres Inhil/Ist

Menerima laporan, Polisi segera melakukan penyelidikan, dan didapat informasi, aksi pembunuhan dan penganiayaan tersebut diduga dilakukan oleh Rudi.

Pengembangan penyelidikan ke tempat yang biasa disinggahi Rudi, didapatkan informasi bahwa pelaku sudah melarikan diri kearah kebun masyarakat yang bertempat disamping PT ISK.

“Selanjutnya sekira pukul 22.00 Wib Unit Reskrim Polsek Kempas bersama warga masyarakat melakukan penyisiran dan sekira pukul 23.30 Wib pelaku berhasil ditangkap.”Diterangkan AKP Warno

Lanjut AKP Warno, dari hasil pemeriksaan, pelaku mengakui bahwa tindakannya didorong rasa sakit hati  terhadap korban karena setiap menjual brondolan sawit selalu dimarahi, “jangan yang busuk – busuk dijual” sehingga pelaku timbul niat dan berencana untuk melakukan pembunuhan.

Pada saat pelaku bertemu di jalan dengan korban, menurut pelaku, saat itu korban berhenti dan menanyakan kembali masalah brondolan sawit yang dijual pelaku selalu dalam kondisi busuk. Seketika pelaku langsung mendorong sepeda motor korban ke dalam parit dan membenamkan kepala korban hingga tidak lagi bernafas. Jasad korban kemudian diseret sejauh sekira 15 meter dari tepi parit kemudian pelaku membuka pakaian korban dengan maksud untuk mempermalukan korban kepada masyarakat.

“Pelaku ditahan di Polsek Kempas. Atas tindakannya, pelaku diancamkan melanggar Pasal 340 Sub 338 dan atau 351 ayat (3) KUHPidana.” Akhiri AKP Warno. /dro

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: