mgid.com, 610011, DIRECT, d4c29acad76ce94f

detikriau.id – Sejak dilepas dengan SK Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 274/Kpts/SR.120/2/2014, ayam Kampung Unggul Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (KUB-1) merupakan salah satu galur ayam hasil pemuliaan ayam kampung (Gallus-gallus domesticus) yang berasal dari daerah Cianjur, Depok, Majalengka, dan Bogor Provinsi Jawa Barat.

Ayam KUB-1 ini memiliki beberapa keunggulan, antara lain produksi telur tinggi dengan tingkat produksi mencapai 160-180 butir/ekor/tahun dengan bobot telur 35-45 gram, dan sebagian besar indukan tidak mengeram sehingga ayam bisa cepat bertelur kembali.

Ayam KUB dapat digunakan sebagai sumber bibit parent stock untuk penyediaan Day Old Chicken (DOC/bibit ayam) ayam kampung, baik untuk keperluan ayam potong maupun untuk petelur.

Permintaan ayam kampung yang setiap tahun meningkat namun ketersediaan menurun dapat menjadi peluang bagi peternak maupun wirausahawan yang tertarik membudidayakan ayam KUB, karena selain dapat dijadikan sebagai ayam pedaging ayam KUB pun dapat dimanfaatkan telurnya untuk dijual.

beternak ayam Kampung Unggul Balitbangtan./Foto: screenshot video Nadien Farm/detikriau.id

Mengutip Republika.co.id, Kepala BPTP Jawa Tengah, Joko Pramono mengungkapkan, secara ekonomi, usaha ayam KUB ini ada dua kemungkinan keuntungan yang bisa diraup peternak. Ia mencontohkan, kalau memelihara ayam KUB dengan DOC ini rasionanya 1 : 5 atau satu ekor pejantan : lima ekor betina.

Bahkan, seandainya saat membeli bibit 500 ekor ternyata sebagian banyak jantannya, maka dalam waktu dua bulan ayam KUB jantan tersebut sudah bisa dijual dengan bobot 1 kilogram

Karena ini ayam kampung, jadi nilai keekonomiannya bukan seperti ayam potong biasa atau jenis ayam broiler yang sudah terlebih dahulu populer diternakkan. Bahkan ayam KUB ini juga berbeda dengan ayam Joper (Jowo Super).

Ayam KUB merupakan ayam kampung unggul atau ayam kampung yang diseleksi. “Jadi bukan ayam hasil silangan antar ras dan rasa dagingnya juga seperti halnya daging ayam kampung,” ujar Joko.

Lantas seperti apakah cara pemeliharaannya?

Untuk itu, detikriau.id melalui Nadien Farm melakukan uji coba menternakan 100 ekor anakan ayam KUB. Seperti apa perkembangannya, kami akan publikasikan secara bertahap, mulai dari pemeliharaan, pengolahan pakan, pemberian vaksinasi, hingga panen. Baik panen sebagai ayam pedaging ataupun nantinya dikembangkan lebih lanjut untuk produksi telur dan anakan (DOC).

Semoga bermanfaat. Ikuti terus laman kami, detikriau.id untuk mendapatkan update informasinya.

Saksikan Video berikut ini… Jangan lupa subscribe untuk mendapatkan kelanjutan perkembangan hasil uji cobanya…

 

Link Youtube : Klik Disini

 

Salam… detikriau.id

One thought on “Beternak Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) Bagian I”

Tinggalkan Balasan