mgid.com, 610011, DIRECT, d4c29acad76ce94f

” kedua WNA Timor Leste ini berhasil sampai ke Riau dengan memanfaatkan dokumen palsu berupa Surat Keterangah Domisili”

Tembilahan, detikriau.id – Kantor Imigrasi kelas II TPI Tembilahan menahan dua orang WNA asal Timor Leste, Rainato Soares alias Muhammad Nazwa (29) dan Adao Sapsitha alias Muhammad Adawi (18). Kedua pria bersaudara sepupu ini didakwakan dengan pelanggaran pasal 83 ayat I huruf b UU RI No6/2011 tentang Keimigrasian terkait Ilegal Entry dan Ilegal Stay.

Diterangkan Kepala Kantor Imigrasi Tembilahan, Yulizar didampingi Kepala Seksi Intelijen dan Pendindakan dalam konfrensi pers, kamis (25/3),  informasi keberadaan kedua WNA ini awalnya didapatkan oleh salah seorang anggota Tim Pengawasan Orang Asing di Kabupaten Inhu.

Melalui operasi gabungan Tim PORA Kab Inhu yang terdiri dari Kesbangpol, Polres, Kodim dan Disdukcapil, pada selasa, tanggal 23 Maret 2021, MN berhasil dijemput di rumah paman kandungnya di Dusun Tua Kec Kelayang Kab Inhu.

“Dari hasil BAP yang dilakukan kepada MN dan Pamannya, diketahui yang bersangkutan tidak memiliki dokumen keimigrasian yang harus dimiliki WNA. Sementara pamannya sendiri sudah berstatus WNI,”diterangkan Yulizar.

Kemudian hasil pengembangan pemeriksaan, MN memasuki wilayah Indonesia bersama saudara sepupunya, MA,  dan pada tanggal 24 maret didapati informasi valid keberadaannya serta dilakukan penahanan. Keduanya kemudian dilakukan  penjemputan oleh kantor imigrasi Tembilahan.

“Kini mereka ditempatkan di ruang detensi kantor imigrasi Tembilahan,” ditambahkan Yulizar yang sebelumnya bertugas di Kantor Imigrasi  Balik Papan Provinsi Kalimantan Timur ini.

Dilanjutkan Yulizar, saat ini pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Kedutaan Timor Leste di Jakarta, dan pihak kedutaan memintakan data dukung yang bersangkutan. Dari pihak keluarga yang mereka di Timor Leste yang berhasil dihubungi kantor Imigrasi Tembilahan didapatkan dokumen kependudukan berupa Kartu Keluarga dan  Akte Kelahiran.

Selain kepada Kedutaan Timor Leste, Imigrasi Tembilahan juga melakukan koordinasi dengan  Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM Riau.

“kita juga masih mengumpulkan data-data dan informasi tambahan  untuk mendapatkan arahan selanjutnya atas tindakan apa yang akan diberikan kepada kedua WNA Timor Leste tersebut,” Imbuhnya

Sebagai keterangan tambahan, Yulizar menerangkan kedua WNA Timor Leste ini berhasil sampai ke Riau dengan memanfaatkan dokumen palsu berupa Surat Keterangah Domisili yang diurus dari seseorang yang mereka akui tidak mengenalinya dan selanjutnya dokumen palsu tersebut dipergunakan untuk membeli tiket perjalanan.

Motif kedua WNA ini masuk ke Indonesia untuk mencari penghidupan yang lebih baik. Mereka bekerja apa saja untuk mendapatkan penghasilan setelah tiba di Riau./dro

Tinggalkan Balasan